• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

UNESCO Soroti Buruknya Tata Kelola Global Geopark Danau Toba

by Redaksi Asiatoday
October 2, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Danau Toba Segera Diakui UNESCO

Danau Toba. Foto : Kemenpar

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO), baru-baru ini mengeluarkan yellow card atau kartu kuning kepada Badan Pengelola Danau Toba.

Sorotan itu membuat status Kaldera Toba sebagai Global Geopark terancam dicabut.

Adapun, status Kaldera Toba sebagai Global Geopark diperoleh sejak Juli 2020 dalam sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO bersama 15 UNESCO Global Geopark baru lainnya. Kala itu, UNESCO meyakini bahwa Kaldera Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat lokal, khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Badan Pengelola Toba Kaldera Geopark Sumatera Utara mengungkapkan sejumlah alasan mengapa Kaldera Toba mendapatkan kartu kuning dari UNESCO.

Kepala Badan Pengelola Toba Kaldera UNESCO Geopark Sumatera Utara, Zumri Sulthony, menyampaikan, terdapat 7 rekomendasi yang diberikan UNESCO untuk Badan Pengelola.

Pertama adalah geological heritage atau warisan geologi. Menurut hasil temuan validator, pemetaan warisan geologi di kawasan Kaldera Toba masih kurang.

“Jadi sudah ada peta tentang biological, culture, kita sudah punya, tapi menurut mereka itu belum sesuai seperti yang mereka inginkan,” kata Zumri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, Senin (2/10/2023).

Kedua, warisan lainnya seperti warisan yang tidak diperuntukkan, warisan budaya, dan warisan tak benda juga dinilai masih kurang dan harus dilakukan pemetaannya.

Ketiga, aspek manajemen. Menurut validator yang berkunjung ke kawasan Kaldera Toba, manajemen dalam hal ini Badan Pengelola kurang representatif sehingga perlu dilakukan perubahan manajemen.

“Ada hal-hal koordinatif yang kurang tepat sehingga menurut mereka supaya badan ini dirombak kemudian diperbaiki atau reorganisasi,” ungkapnya.

Keempat, tidak optimalnya visibilitas dengan pengadaan gerbang, monumen, dan panel interpretasi agar mempermudah pengunjung untuk menjelajahi kawasan geopark Kaldera Toba.

Selanjutnya, adalah menggunakan logo-logo geopark dalam seluruh area yang ada di Kaldera Toba, misalnya di brosur, buku, maupun peta.

Keenam, Badan Pengelola diminta untuk memperkuat kegiatan partnership, baik secara lokal, nasional, maupun internasional.

Adapun, yang terakhir adalah Badan Pengelola diminta untuk melakukan penguatan komunitas terhadap jaringan ataupun perwakilan UNESCO yang ada di Indonesia maupun yang ada di Paris.

Atas temuan tersebut, Badan Pengelola diberikan waktu selama 2 tahun ke depan untuk melakukan perbaikan-perbaikan.

“Dan itu yang menjadi temuan atau mungkin itu yang membuat kita mendapat yellow card sehingga harus dilakukan penguatan kembali dalam waktu dua tahun ke depan,” imbuhnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Danau TobaGeopark Kaldera Danau TobaUNESCO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.