• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Uni Eropa Desak China Buka Akses Pasar dan Investasi Asing

by Redaksi Asiatoday
September 15, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Uni Eropa Desak China Buka Akses Pasar dan Investasi Asing

Konferensi video yang mempertemukan Kanselir Jerman Angela Merkel, Ketua KTT Uni Eropa Charles Michel, Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden China Xi Jinping. Foto: Xinhua

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Uni Eropa mendesak China untuk membuka akses pasarnya lebih jauh bagi investor asing dan kesepakatan tersebut dapat dicapai tahun ini.

Dalam konferensi video yang mempertemukan Kanselir Jerman Angela Merkel, Ketua KTT Uni Eropa Charles Michel, Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden China Xi Jinping, para perwakilan blok ekonomi tersebut mengatakan bahwa bola berada di China untuk memenuhi kesepakatan terkait dengan investasi yang telah lama dibicarakan pada tahun ini.

Uni Eropa mengungkapkan Beijing harus mengikuti penawaran terbaru untuk mengejar kebijakan ekonomi yang lebih adil dengan mengeluarkan lebih banyak konsesi untuk mencapai kesepakatan investasi pada akhir tahun ini.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

“China harus meyakinkan kami bahwa penting memiliki sebuah perjanjian investasi. Kami butuh China untuk bergerak,” ujar von der Leyen, dikutip dari Bloomberg, dikutip Selasa (15/9/2020).

Dilansir oleh Xinhua, China dan Uni Eropa sepakat untuk mempercepat upaya mencapai kesepakatan pada akhir tahun ini.

Uni Eropa dan China telah memulai negosiasi sejak 2013 dalam pakta bilateral dimana isinya berencana untuk melonggarkan batasan bagi perusahaan Eropa.

April tahun lalu, keduanya menentukan target bahwa perjanjian investasi ambisius ini harus bisa dicapai pada akhir 2020.

Merkel menilai perjanjian dagang antara Uni Eropa dan China mungkin terjadi tahun ini karena perjanjian ini telah mendapat dorongan politik.

“Ini tentang melindungi kepentingan strategis kita sendiri,” kata Merkel.

“Dalam 15 tahun terakhir, China telah menjadi jauh lebih kuat secara ekonomi – itu berarti saatnya permintaan timbal balik, untuk lapangan permainan yang setara, tentu saja saat ini sangat dibenarkan.”

Hubungan Uni Eropa dan China telah tegang tahun ini oleh dugaan disinformasi China tentang virus Corona, undang-undang keamanan nasional yang kontroversial untuk Hong Kong dan dengan meningkatkan upaya Eropa untuk melindungi produsen dalam negeri dari pesaing asing.

Namun, blok tersebut ingin menunjukkan manfaat ekonomi dari pendekatan kebijakan terhadap China yang tidak terlalu konfrontatif daripada yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. (ATN)

Tags: ChinaUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.