• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Uni Eropa Gagas Penerbitan ‘Digital Green Pass’

by Redaksi Asiatoday
March 3, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gugat Indonesia ke WTO, UE Ingin Hapus Inkonsistensi Aturan Ekspor Nikel

Markas besar Uni Eropa. ist

ASIATODAY.ID, BERLIN – Komisi Eropa berencana mengajukan proposal pada Maret untuk penerbitan ‘Digital Green Pass’ atau paspor vaksinasi Covid-19 digital di seluruh Uni Eropa (UE).

Nantinya, paspor ini memungkinkan orang Eropa untuk bepergian dengan lebih bebas selama puncak periode liburan musim panas.

Dikutip dari Reuters, Rabu (3/3/2021), Ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengumumkan proposal legislatif yang disampaikan dalam pidatonya di depan anggota parlemen konservatif Jerman pada hari Senin (1/3), memberikan beberapa rincian lebih lanjut dalam tweet berikutnya.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Digital green pass” akan memberikan bukti bahwa seseorang telah divaksinasi, hasil tes bagi mereka yang belum divaksinasi, dan informasi pemulihan bagi orang yang tertular Covid-19.

“Tujuannya adalah untuk secara bertahap memungkinkan mereka untuk pindah dengan aman di Uni Eropa atau luar negeri – untuk bekerja atau pariwisata,” katanyalewat satu cuitan.

Para pemimpin Uni Eropa pekan lalu sepakat untuk mengerjakan sertifikat vaksin. Negara-negara selatan Eropa seperti Spanyol dan Yunani mendorong untuk membuka pariwisata musim panas ini.

Namun, sejumlah negara menyatakan pertama-tama perlu ditetapkan bahwa orang yang divaksinasi tidak dapat menularkan virus ke orang lain. Beberapa negara, seperti Prancis dan Belgia, juga menyatakan keprihatinan bahwa pelonggaran perjalanan hanya untuk orang yang diinokulasi tidak adil.

Komisi menyatakan akan berupaya menghindari diskriminasi terhadap warga negara yang belum menerima vaksin. Negara-negara UE menyetujui pada bulan Januari tentang persyaratan data dasar dari sertifikat vaksinasi. (ATN)

Tags: Green PassUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.