• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Uni Eropa, NATO dan Ukraina akan Genjot Produksi dan Pengadaan Senjata

by Redaksi Asiatoday
February 22, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Uni Eropa, NATO dan Ukraina akan Genjot Produksi dan Pengadaan Senjata

KTT Ukraina-Uni Eropa ke-24 yang diselenggarakan di Kiev, Ukraina. Foto: Xinhua/Kantor kepresidenan Ukraina

ASIATODAY.ID, BRUSSEL – Ukraina, Uni Eropa (UE), dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) akan bersama-sama meluncurkan mekanisme untuk mengoordinasikan pasokan senjata ke Ukraina, demikian disampaikan beberapa pejabat di Brussel, Belgia, usai pertemuan pertama antara perwakilan tingkat tinggi dari ketiga pihak tersebut.

Menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, dia telah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba dan Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri Josep Borrell mengenai perlunya menggenjot produksi senjata dan meningkatkan pengadaan senjata “guna memastikan bahwa Ukraina mendapatkan senjata yang dibutuhkan.”

“Kami sedang mencari cara untuk mempercepat pengiriman dari negara-negara anggota ke Ukraina,” kata Borrell.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Untuk mencapai tujuan tersebut, ketiga pihak akan membentuk mekanisme koordinasi yang akan menghubungkan industri pertahanan, pihak pengadaan, dan pemerintah mereka. Mekanisme ini akan memungkinkan mereka untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan Ukraina di garis depan, tetapi juga mengisi kembali persediaan amunisi negara-negara anggota NATO dan UE.

Karena tingkat konsumsi amunisi lebih besar daripada tingkat produksi, negara-negara anggota UE dan NATO perlu meningkatkan produksi, kata Stoltenberg dan Borrell. Berbagai upaya untuk meningkatkan produksi telah dimulai pada akhir musim panas lalu, menurut Kuleba.

NATO akan membantu Ukraina mengembangkan sistem pengadaan yang efektif, transparan, dan akuntabel, kata Stoltenberg. Aliansi tersebut juga akan meningkatkan target persediaan amunisinya melalui Proses Perencanaan Pertahanannya.

Dikatakan oleh Stoltenberg bahwa dia menyesalkan keputusan Rusia untuk menangguhkan partisipasinya dalam Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New Strategic Arms Reduction Treaty/New START) dengan Amerika Serikat, yang diumumkan sebelumnya pada Selasa (21/2) oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Rusia menangguhkan partisipasinya dalam New START, bukan menarik diri dari perjanjian tersebut, kata Putin.

Pada awal Februari, NATO meminta Rusia untuk “kembali mematuhi sepenuhnya” perjanjian New START dan mengizinkan fasilitas nuklirnya diinspeksi. Hal itu “terdengar seperti omong kosong di tengah konfrontasi saat ini,” ujar Putin dalam pidato tahunannya di Majelis Federal Rusia.

Putin menyoroti potensi serangan gabungan NATO karena Inggris dan Prancis juga memiliki persenjataan nuklir yang menjadi ancaman bagi Rusia.

Moskow mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi bahwa “tokoh-tokoh tertentu di Washington” sedang mempertimbangkan untuk melakukan uji coba pengembangan jenis senjata nuklir baru. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: NATOUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.