• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata di Afghanistan

by Redaksi Asiatoday
October 22, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UE Tarik Pajak Biodisel Indonesia Sebesar 18 Persen Per Hari Ini

European Union (EU). Doc

ASIATODAY.ID, BRUSSELS – Uni Eropa menyerukan gencatan senjata di Afghanistan untuk meredakan ketegangan dan mendorong Amerika Serikat (AS) juga menyerukan hal serupa.

Seruan ini dikeluarkan bersamaan dengan kunjungan mendadak Menteri Pertahanan AS ke Kabul.

“Ini adalah saat yang tepat dan kesempatan yang tepat untuk melangkah lebih dari sekedar gencatan senjata. Perdamaian Afghanistan harus segera terwujud,” kata Utusan Khusus Uni Eropa untuk Afghanistan Roland Kobia, dikutip dari AFP, Selasa (22/10/2019).

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Namun, sejumlah pihak menilai perundingan AS dan Taliban Afghanistan tidak mencakup gencatan senjata yang komprehensif. Kekerasan demi kekerasan masih terus terjadi di Kabul dan sekitarnya.

“Fokusnya adalah bagaimana kita melihat bahwa kita harus mewujudkan gencatan senjata ini,” ungkap dia.

Menurut Kobia, gencatan senjata akan menjadi jaminan dan persiapan untuk pembicaraan damai AS dan Taliban.

Sementara itu, baru-baru ini terjadi ledakan bom di sebuah masjid di Kabul yang menewaskan 73 orang.

Ledakan di Desa Jawdara, Provinsi Nangarhar, itu terjadi pada Jumat 18 Oktober. Ledakan terjadi saat desa tersebut berusaha bangkit usai kelompok militan Islamic State (ISIS) memotong pasokan air bersih tahun ini.

Kelompok Taliban membantah bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengecam ledakan tersebut dan menganggapnya sebagai sebuah kejahatan serius.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk keras serangan tersebut. Juru bicara Guterres menegaskan perlu adanya penyelidikan lebih lanjut agar pelakunya dapat diseret ke hadapan hukum.

PBB juga menekankan perlu adanya perhatian lebih dari pemerintah Afghanistan mengenai tingginya angka kematian warga sipil akibat berbagai serangan. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Uni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.