• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Uni Eropa Sumbang Rp3,2 Miliar Bantu Korban Gempa Cianjur

by Redaksi Asiatoday
December 9, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Uni Eropa Sumbang Rp3,2 Miliar Bantu Korban Gempa Cianjur

Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Dok BNPB

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Uni Eropa menyumbangkan dana kemanusiaan sebesar 200 ribu Euro (setara Rp3,2 miliar) untuk membantu warga korban gempa Cianjur.

Bantuan ini diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI).

“Pendanaan dari Uni Eropa ini mendukung Palang Merah Indonesia dalam upayanya memberi bantuan, termasuk penyediaan kebutuhan di tempat penampungan, kotak P3K, barang-barang kebutuhan higienis, air bersih dan fasilitas sanitasi,” demikian keterangan tertulis Uni Eropa yang diterima Jumat (9/12/2022).

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Dengan pendanaan dari Uni Eropa, PMI juga menyediakan klinik keliling dan ambulans dikerahkan untuk memberikan layanan medis kepada mereka yang terluka.

Selain itu, warga yang paling rentan juga akan menerima hibah tunai untuk memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan dasar dan mendesak.

“Bantuan kemanusiaan ini akan bermanfaat bagi hampir 26.000 orang yang terkena dampak buruk gempa di Jawa Barat,” demikian dijelaskan Uni Eropa.

Pendanaan tersebut merupakan bagian dari kontribusi Uni Eropa ke Dana Tanggap Darurat Bencana (Disaster Response Emergency Fund/ DREF) dari Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies/ IFRC).

Lebih dari 330 orang tewas sementara lebih dari 70.000 lainnya mengungsi ketika gempa berkekuatan 5,6 magnitudo menghantam dekat Kabupaten Cianjur pada 21 November lalu.

Gempa dangkal ini menyebabkan lebih dari 20.000 rumah dan sejumlah sarana maupun prasarana umum rusak parah. Beberapa fasilitas perawatan kesehatan juga terkena dampak, menyebabkan gangguan layanan medis bagi warga yang terkena dampak.

Kerusakan pasokan air juga telah menghambat akses ke sumber air minum yang bersih. Parahnya gempa dan dampaknya memicu pemerintah Indonesia untuk mengumumkan keadaan darurat selama 30 hari, berlaku mulai 21 November hingga 20 Desember 2022. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Gempa Bumi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.