• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Unilever Berkomitmen Kurangi Penggunaan Plastik Hingga 100 Ribu Ton

by Redaksi Asiatoday
October 10, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Unilever Kembangkan Investasi Hijau di Gorontalo

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Produsen barang konsumen multinasional Unilever berkomitmen untuk mengurangi separuh penggunaan plastik baru yang dihasilkannya pada tahun 2025.

Langkah tersebut diambil ditengah pergulatan industri barang konsumen menghadapi kritik terhadap perbaikan lingkungan dari limbah kemasan.

Dilansir dari Bloomberg Kamis (10/10/2019), produsen sabun Dove dan es krim Ben & Jerry ini menyatakan akan mengurangi penggunaan plastik secara keseluruhan hingga sebesar 100.000 ton per tahun serta meningkatkan upaya daur ulang untuk mencapai tujuan ini.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Perusahaan juga berkomitmen membantu mengumpulkan dan memproses lebih banyak kemasan plastik ketimbang yang dijualnya. Jejak kemasan plastik Unilever saat ini mencapai sekitar 700.000 ton setiap tahun.

“Cara kami akan mengurangi plastik baru separuhnya adalah pertama melalui pengurangan absolut dalam jumlah plastik yang kami gunakan, dan ini akan membutuhkan kemampuan inovatif terbaik kami untuk muncul dengan berbagai format kemasan,” terang CEO Unilever Alan Jope.

Menurut Jope, perusahaan akan menggunakan lebih banyak bahan-bahan daur ulang. Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan berlanjutnya pengembangan dari sistem bisnis bahan daur ulang.

“Kami harus mengalihkan produk-produk yang saat ini dibuat dari plastik baru menjadi bahan lebih ringan yang menggunakan lebih banyak plastik daur ulang,” tambahnya.

Perusahaan-perusahaan makanan dan minuman menghadapi meningkatnya tekanan dari pembeli dan kelompok lingkungan seperti Greenpeace untuk membatasi penggunaan plastik karena banyak dari bahan ini telah mencemari lautan.

Nestle SA telah meluncurkan kertas pembungkus dan berjanji untuk membuat semua kemasannya dapat didaur ulang atau digunakan kembali pada tahun 2025.

Unilever sebelumnya telah membuat komitmen serupa. Perusahaan mengatakan tengah mencari cara menguji cara-cara baru mengurangi plastik dalam wadah untuk produk-produk seperti deterjen dan sampo. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Green BusinessGreenpeaceStop PlasticUnilever
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.