• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Vaksin Pfizer-BioNTech Hasilkan Lebih Banyak Antibodi Dibanding Sinovac

by Redaksi Asiatoday
June 19, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Vaksin Pfizer-BioNTech Hasilkan Lebih Banyak Antibodi Dibanding Sinovac

Vaksin Covid-19. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah studi diprakarsai oleh Universitas Hong mengungkap perbandingan efektivitas vaksin BioNTech dan Sinovac dalam menghasilkan antibodi.

Hasilnya, vaksin BioNTech jauh lebih tinggi dibandingkan dengan suntikan Sinovac.

“Hasil studi menunjukkan bahwa penerima vaksin Sinovac mungkin memerlukan suntikan ketiga,” kata pemimpin peneliti Benjamin Cowling, sebagaimana laporan South China Morning Post, Sabtu (19/6/2021).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Ahli epidemiologi memimpin studi yang ditugaskan pemerintah yang melacak respons antibodi dari 1.000 orang yang divaksinasi.

Cowling memperingatkan tes antibodi mungkin gagal untuk mengambil sejumlah kecil antibodi yang dihasilkan oleh suntikan Sinovac. Dia mengomentari rekomendasi penasihat ilmiah pemerintah untuk memotong waktu karantina bagi pelancong yang divaksinasi yang dites positif untuk antibodi tetapi negatif untuk virus, tulis South China Morning Post.

Sementara itu, Strait Times mengutip jika awal pekan ini, para pejabat di Indonesia memperingatkan bahwa lebih dari 350 pekerja medis telah tertular Covid-19 meskipun telah divaksinasi dengan Sinovac dan puluhan lainnya telah dirawat di rumah sakit. Hal ini, meningkatkan kekhawatiran tentang kemanjurannya terhadap varian virus yang lebih menular.

Sebelumnya pada bulan Juni, Uruguay merilis data dunia nyata tentang dampak vaksin Covid-19 Sinovac Biotech, dimana diantara populasinya yang menunjukkan lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah penerimaan dan kematian perawatan intensif.

Pemerintah Uruguay juga mempelajari keefektifan vaksin Pfizer-BioNTech di antara 162.047 petugas kesehatan dan orang-orang yang berusia di atas 80 tahun, dan mengatakan bahwa suntikan itu 94 persen efektif untuk mencegah masuk dan kematian di unit perawatan intensif, dan mengurangi infeksi hingga 78 persen. (ATN)

Tags: BioNTechPfizerSinovac BiotechVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.