• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Vale dan Sumitomo Bangun Industri Bahan Baku Kendaraan Listrik

by Redaksi Asiatoday
August 9, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Vale dan Sumitomo Bangun Industri Bahan Baku Kendaraan Listrik

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk. merespon cepat peluang pengembangan kendaraan listrik di Indonesia setelah regulasi tentang Industri Kendaraan Listrik melalui Peraturan Presiden (Perpres) diteken oleh Presiden Jokowi.

Menurut Head of Investor Relations and Treasury PT Vale Indonesia Tbk. Adi Susatio, salah satu yang tengah dipersiapkan oleh perseron yakni meluncurkan proyek green field di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Fasilitas itu akan membuat bahan baku untuk baterai mobil listrik.

Fasilitas ini menggunakan teknologi high pressure acid leaching (HPAL). Untuk merealisasikan itu, Vale akan bekerjasama patungan dengan Sumitomo.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“Pembangunan pabrik ini akan menelan biaya sekitar US$2,5 miliar. Sebagian besar kebutuhan dana akan dipenuhi melalui project financing,” terangnya melalui keterangan tertulis, Jumat (9/8/2019).

Dalam usaha patungan itu, Vale akan memegang kepemilikan minoritas. Dengan demikian, perseroan akan mendapatkan bagian dari hasil penjualan produk yang dihasilkan pabrik serta hasil penjualan bijih nikel ke fasilitas itu.

“Dengan harga nikel yang baik, hal ini semoga akan memberikan dampak yang positif bagi Vale Indonesia ke depan,” jelasnya.

Dia meyakini tren mobil listrik di Indonesia hanya tinggal menunggu waktu. Hal itu tidak dapat dihindari sejalan dengan perkembangan teknologi mobil yang mengarah ke ramah lingkungan.

Adi menuturkan nikel menjadi salah satu material yang penting dalam teknologi baterai mobil. Dengan tingkat kepadatan tinggi, nikel memungkinkan baterai untuk menyimpan energi lebih besar dan akan membuat mobil listrik berjalan lebih jauh.

Kemarin, saham Vale (INCO) bergerak menguat 140 poin ke level Rp3.130 pada pembukaan perdagangan, Kamis (8/8/2019). Sampai dengan sesi penutupan, laju INCO bertahan di zona hijau. Pergerakan ditutup dengan penguatan 120 poin atau 4,01% ke level Rp3.110. Namun, sepanjang tahun berjalan 2019, INCO terkoreksi 4,6%. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: SumitomoVale Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.