• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Wabah Covid-19 di Xinjiang, China Meluas ke Dua Kota

by Redaksi Asiatoday
July 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gawat! Lebih 7 Ribu Anak di Indonesia Sudah Terpapar Covid-19

Rapid test Covid-19. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, BEIJING – China  melaporkan wabah Covid-19 di ibu kota Xianjiang, Urumqi kini telah menyebar hingga ke kota tetangga, Kashgar.

Satu dari 17 kasus yang dikonfirmasi diketahui berasal dari kota itu. Sementara sekitar 16 kasus berasal dari Urumqi. Sejak awal Juni sedikitnya 47 orang di Xianjiang telah terinfeksi virus corona.

Untuk menghalau penyebaran virus, pemerintah daerah Urumqi telah memberlakukan larangan bepergian dan melarang warga melakukan pertemuan sosial.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Komisi Kesehatan Nasional China pada Senin (20/7) melaporkan lima diantaranya merupakan kasus impor.

“Seluruh kota telah memasuki ‘masa perang’, dan akan menangguhkan semua jenis kegiatan kelompok,” kata seorang pejabat pada pertemuan itu, menurut laporan media pemerintah, dikutip AFP, Selasa (21/7/2020).

Munculnya kasus-kasus baru itu menggambarkan kesulitan yang dihadapi pemerintah China dalam memberantas penularan corona yang mulai muncul di pusat kota Wuhan akhir tahun lalu, menyusul di Beijing pada Juni lalu.

Xinjiang merupakan wilayah pegunungan dan gurun yang luas dengan penduduk yang sedikit dan memiliki dampak tidak signifikan saat pandemi Covid-19 menimpa Wuhan.

Xinjiang adalah salah satu daerah pertama yang mengizinkan siswa kembali ke sekolah pada akhir Maret setelah pihak berwenang menyatakan gelombang wabah Covid-19 berakhir.

Etnis Uighur dan Muslim Turki lainnya merupakan setengah dari populasi wilayah terpencil dan terkurung daratan tersebut.

Banyak dari mereka mengeluhkan penindasan politik dan agama selama puluhan tahun oleh Partai Komunis China yang berkuasa, yang kemudian dibantah pemerintah.

Pemerintah China mengatakan sejauh ini telah menangkap 5.370 pelaku kejahatan terkait pandemi Covid-19 sejak Januari hingga Juni.

Lebih dari 40 persen kejahatan merupakan penipuan, 15 persen berupa produksi dan penjualan barang palsu, mengganggu stabilitas umum, dan menjual spesies yang terancam punah. (ATN)

Tags: ChinaChina VirusCoronavirusCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.