• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Wabah Virus Korona di China Menyebar hingga di Amerika

by Redaksi Asiatoday
January 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wabah Virus Korona di China Menyebar hingga di Amerika

ASIATODAY.ID, SEATTLE – Penyebaran virus Korona yang diklaim menjadi penyebab penyakit Pneumonia di China, kini semakin meluas hingga di Amerika Serikat (AS).

Nenergi Paman Sam mengonfirmasi kasus pertama virus korona telah menyerang warganya.

Kasus perdana di AS ini berasal dari seorang pria berusia 30-an tahun yang tinggal di dekat Seattle. Ia dilaporkan berada dalam kondisi baik.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Saat ini dia sedang dirawat sebagai langkah antisipasi dan pengawasan jangka pendek. Tidak terlihat ada gejala-gejala serius,” kata Chris Spitters, seorang staf medis negara bagian Washington, melansir AFP, Rabu (22/01/2020).

Menurut laporan otoritas federal, pria itu mendatangi sendiri dinas kesehatan usai membaca berita mengenai virus korona baru mirip SARS di China.

“Ini merupakan situasi yang masih berkembang. Ada kemungkinan munculnya pasien tambahan di AS dan juga di negara-negara lain,” jelas Nancy Messonier, seorang staf senior dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Ia menekankan bahwa risiko virus ini menjangkiti banyak warga di AS relatif rendah.

Pria yang diduga terjangkit virus pernah pergi ke kota Wuhan dan kembali ke AS pada 15 Januari, dua hari sebelum Negeri Paman Sam menerapkan pemeriksaan temperatur tubuh di beberapa bandara utama. Kota Wuhan diyakini sebagai sumber utama munculnya virus varian baru tersebut.

Untuk memastikan tidak ada wabah di AS, pria yang tinggal seorang diri di dekat Seattle itu akan diisolasi dan diawasi selama 48 jam.

Sebelumnya pada Senin kemarin, Komisi Kesehatan Nasional China mengumumkan bahwa virus tersebut dapat menular antarmanusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dijadwalkan menggelar pertemuan darurat mengenai virus korona terbaru Rabu ini.

Proses isolasi juga dilakukan terhadap seorang pria di Australia. Pria asal Brisbane itu diisolasi karena menunjukkan gejala penyakit mirip SARS usai mengunjungi China.

Total kematian akibat virus baru ini mencapai enam orang. Sementara total kasusnya telah melampaui 200, yang merupakan gabungan dari China, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Australia dan AS. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatChinaVirus KoronaVirus PneumoniaWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.