• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Warga Australia, Vietnam, Selandia dan Brunei Diizinkan Masuk Singapura

by Redaksi Asiatoday
October 1, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Penumpang SIA Group dari Indonesia Diizinkan Transit di Bandara Changi

Bandara internasional Changi, Singapura. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Singapura pada Rabu (30/9/2020) mengumumkan akan mencabut peraturan pembatasan untuk warga Australia (kecuali negara bagian Victoria) dan Vietnam mulai 8 Oktober.

Selain kedua negara itu, Singapura sudah lebih dulu mencabut pembatasan untuk warga Brunei dan Selandia Baru pada awal bulan ini.

Menurut Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS), pencabutan larangan karena kedua negara itu telah dianggap berhasil mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 sehingga risiko para pengunjung dari negara tersebut membawa penyakit rendah.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Tercatat, Vietnam tidak memiliki kasus Covid-19 lokal selama 28 hari terakhir, sementara Australia (tidak termasuk negara bagian Victoria) memiliki tingkat insiden virus lokal 0,02 per 100.000.

Mulai Kamis (1/10/2020) warga negara asing yang merupakan pengunjung jangka pendek yang bepergian dari Vietnam dan Australia, kecuali negara bagian Victoria, dapat mengajukan Air Travel Pass untuk masuk ke Singapura. Perjalanan akan diizinkan mulai 8 Oktober.

Pada saat yang sama, Singapura juga akan memperbarui aturan perjalanannya untuk mengizinkan warganya melakukan perjalanan ke Australia (kecuali Negara Bagian Victoria) maupun Vietnam.

Pada hari Rabu (30 September), CAAS telah menyetujui 331 izin pengajuan dari kedua negara, dimana 136 pengunjung telah tiba sejauh ini. Tidak ada satu pun dari mereka yang positif Covid-19 pada saat kedatangan, menurut CAAS.

Sementara itu, mulai Rabu (30/9/2020) Australia melarang semua perjalanan ke luar negeri, kecuali jika seseorang diberikan pengecualian. Selain itu, hanya warga negara Australia, penduduk dan anggota keluarga dekat yang dapat melakukan perjalanan ke Australia.

Vietnam juga telah menangguhkan sementara masuknya semua warga negara asing dan warga negara Vietnam di luar negeri melalui penerbangan komersial. Visa masuk dapat diberikan kepada warga negara asing dengan paspor diplomatik dan resmi serta investor tertentu, manajer bisnis, ahli dan pekerja berketerampilan tinggi berdasarkan kasus per kasus.
Langkah itu dilakukan setelah Singapura mencabut pembatasan perbatasan bagi pengunjung dari Brunei dan Selandia Baru mulai 8 September.

Persyaratan AIR TRAVEL PASS

Sesuai persyaratan untuk pengunjung Air Travel Pass dari Brunei dan Selandia Baru, mereka yang bepergian dari Australia dan Vietnam tidak akan diharuskan untuk karantina di rumah.

Sebagai gantinya, mereka akan diminta untuk mengikuti tes Covid-19 pada saat kedatangan. Jika hasil tes negatif, mereka diperbolehkan beraktivitas di Singapura.

Mereka juga harus tetap berada di Australia atau Vietnam selama 14 hari berturut-turut sebelum tiba di Singapura, kata CAAS.

“Kedua negara memiliki sistem pengawasan kesehatan masyarakat yang komprehensif dan menunjukkan pengendalian yang berhasil atas penyebaran Covid-19,” jelas CAAS dikutip dari CNA, Kamis (1/10/2020).

Semua pengunjung dari Australia dan Vietnam yang akan melakukan perjalanan ke Singapura harus menggunakan penerbangan langsung tanpa transit.

Setelah mengikuti tes di bandara, mereka kemudian harus naik transportasi pribadi ke tempat akomodasi yang mereka tentukan sebelumnya dan tetap dalam karantina sampai hasil tes dipastikan negatif. Hasil tes akan keluar dalam waktu 48 jam.

Pengunjung juga harus mengunduh aplikasi TraceTogether di ponsel mereka selama mereka tinggal di Singapura. Selama di Singapura, mereka akan bertanggung jawab atas semua tagihan medis terkait Covid-19. Ini termasuk biaya yang terkait dengan tes dan karantina mandiri jika mereka dicurigai memiliki Covid-19.

Pengajuan izin untuk mendapatkan Air Travel Pass sekali masuk di Singapura tersebut gratis. Pengajuan izin harus dibuat antara tujuh dan 30 hari sebelum mereka berencana untuk tiba di Singapura. (ATN)

Tags: Asean TravelAsia BusinessAsia TravelAustraliaBrunei DarussalamSelandia BaruSingapuraVietnam
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.