• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Warga China Dominasi Pembelian Apartemen Mewah di Singapura

by Redaksi Asiatoday
December 19, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Warga China Dominasi Pembelian Apartemen Mewah di Singapura

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Cushman & Wakefield mencatat, jumlah rumah tinggal di Singapura yang terjual ke pembeli dari China naik 40 persen pada kuartal III/2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan pembelian unit properti capai S$5 juta atau sekitar Rp51,6 miliar, naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.

Namun, adanya pertambahan pajak yang dirilis Pemerintah Singapura pada Juli 2018 membuat unit apartemen yang dijual jadi terasa lebih mahal untuk pembeli asing, terutama bagi unit dengan harga di atas S$5 juta.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Penjualan unit di kisaran harga S$3 juta—S$5 juta atau rumah menengah di Singapura, yang menjadi salah satu rumah menengah dengan harga termahal di dunia mengalami penurunan 63 persen sejak Juli 2018.

“Hal ini bisa terjadi karena ada pilihan lain yang lebih murah yang juga menarik bagi orang China, seperti properti di Malaysia, yang batasan harga untuk pembelian asingnya diturunkan ke 600.000 ringgit atau Thailand yang juga jadi destinasi wisata favorit bagi warga China,” ujar Christine Li, Head of Research Cushman & Wakefield Singapura dan Asia Tenggara, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya, peningkatan permintaan untuk apartemen mewah mulai muncul setelah harga properti dan penjualannya terkerek.

Urban Redevelopment Authority (URA) Singapura menyebutkan bahwa pengembang telah berhasil menjual 1.147 unit pada November dibandingkan dengan 931 unit pada Oktober.

Lonjakan tersebut bersumber dari penyusutan peluncuran apartemen karena hanya ada 740 unit apartemen yang masuk ke pasar pada November dibandingkan dengan 892 unit pada Oktober 2019.

Kenaikan penjualan tersebut, apabila berlanjut, diperkirakan bisa menjadi jalan keluar bagi pasar properti Singapura yang tengah kelebihan pasok. Sebab, saat ini ada sekitar 32.000 unit apartemen yang baru selesai maupun masih dalam proses pembangunan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Industri PropertyProperti AsiaSingapore PropertySingapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.