• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Warga Korea Terjangkit Pneumonia, Penyebaran Virus Dikhawatirkan Meluas di Asia

by Redaksi Asiatoday
January 21, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Warga Korea Terjangkit Pneumonia, Penyebaran Virus Dikhawatirkan Meluas di Asia

Korea Selatan (Korsel). ist

ASIATODAY.ID, SEOUL – Penyakit Pneumonia yang mewabah di Wuhan, China secara perlahan mulai menyebar ke negara tetangga.

Pasalnya, Korea Selatan baru saja mengonfirmasi kasus pertama penyakit Pneumonia dialami warga negeri ginseng itu. Kemunculan perdana penyakit ini di Korsel kian meningkatkan kekhawatiran wabah ‘Pneumonia Wuhan’ dapat menyebar di seantero Asia.

Menurut laporan Yonhap, Senin 20 Januari 2020, otoritas kesehatan Korsel mengatakan seorang wanita terkonfirmasi positif terjangkit virus usai sempat mengunjungi kota Wuhan pekan kemarin.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Saat tiba di Bandara Internasional Incheon, ia mengalami demam, masalah pernapasan dan gejala lainnya. Pemeriksaan lanjutan mengonfirmasi wanita tersebut terjangkit penyakit mirip Sindrom Pernapasan Akut atau SARS.

Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, wanita tersebut sudah dibawa dan dirawat di sebuah rumah sakit.

China mengatakan varian baru coronavirus ini tidak menular. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengesampingkan kemungkinan terjadinya penularan antar manusia dalam kondisi tertentu.

Selain China dan Korsel, virus baru ini dilaporkan juga muncul di Thailand dan Jepang.

Sementara itu, otoritas kesehatan China melaporkan bahwa penyakit Pneumonia misterius ini telah menyebar ke seantero negeri, termasuk di ibu kota Beijing.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran mendalam karena jutaan warga China mulai melakukan perjalanan pulang kampung di momen liburan Hari Raya Imlek.

China juga mengonfirmasi pasien ketiga yang meninggal dunia akibat pneumonia misterius. Jumlah kasus coronavirus di Tiongkok kini mencapai hampir 140.

Varian baru coronavirus ini pertama kali terdeteksi di kota Wuhan. Sepanjang akhir pekan kemarin, otoritas Wuhan mencatat ada 136 terduga pasien pneumonia misterius.

Sementara di Beijing, otoritas setempat mengatakan dua orang yang sempat pergi ke Wuhan tengah dirawat atas keluhan pneumonia. Keduanya dilaporkan berada dalam kondisi stabil.

Di Guangdong, pria berusia 66 tahun dikarantina sejak 11 Januari karena mengalami demam dan gejala lainnya setelah mengunjungi keluarga di Wuhan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia HealthChinaKorea SelatanVirus PneumoniaWHOWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.