• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Warning! Suhu Panas di Asia dan Afrika Capai 60 Derajat Celcius

by Redaksi Asiatoday
November 16, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Suhu Panas Bumi Hingga 50 Derajat Celsius Makin Sering Terjadi

Carbon emissions continue to trigger an increase in geothermal temperatures. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para ilmuwan mengingatkan bahwa suhu panas di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara akan mencapai 60 derajat celcius. Bahkan diprediksi bisa lebih panas dari angka tersebut.

Kawasan MENA (Middle East and North Africa) itu diprediksi mengalami gelombang panas karena perubahan iklim (climate change) yang terjadi.

Gelombang panas menyebabkan kekurangan air di wilayah tersebut. Selain juga tidak bisa menanam makanan karena cuaca dan kekeringan ekstrem, lonjakan kematian dan masalah kesehatan.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, panas terik akan berpotensi mengancam jiwa manusia,” tulis para ilmuwan, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (16/11/2021).

Studi terbaru Nature menemukan tahun 2100 mendatang ada 600 juta penduduk atau 50% dari populasi wilayah bisa mengalami peristiwa cuaca super ekstrem. Ini terjadi bila gas rumah kaca saat ini terus berlanjut.

“Kami mengantisipasi bahwa suhu maksimum selama gelombang panas di beberapa pusat perkotaan dan kota-kota besar di MENA dapat mencapai atau bahkan melebihi 60°C, yang akan sangat mengganggu masyarakat”.

Penulis utama penelitian, George Zittis mengatakan peningkatan bahaya terjadi saat kelembaban lebih tinggi pada peningkatan penguapan laut.

“Tekanan panas selama musim panas akan mencapai atau melebihi ambang batas kelangsungan hidup manusia, setidaknya di beberapa bagian wilayah dan untuk bulan-bulan terpanas,” jelasnya.

Suhu panas ini akan terjadi di sejumlah pusat kota wilayah tersebut. Mulai dari Dubai, Abu Dhabi, Doha, Dhahran dan Bandar Abbas.

Selain itu, imbas suhu panas akan terjadi di banyak negara. Seperti kesulitan air, ini terjadi di lebih dari 12 juta orang di Suriah dan Irak.

Di sana juga terjadi kesulitan makanan dan listrik, tingkat curah hujan rendah dan kekeringan. Seluruh wilayah mengalami kekurangan air minum dan pertanian.

Bahkan diprediksi kelangkaan air bisa menjadi beban keuangan. Pemerintah MENA akan merugi 7-14% dari produk domestik bruto tahun 2050. (ATN)

Tags: Climate ChangeGlobal WarmingPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.