• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

WEF: 5 Tahun Lagi, 85 Juta Pekerjaan Manusia Diambil Alih Robot

by Redaksi Asiatoday
October 21, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WEF 2020 Fokus Pada Isu Pertumbuhan, Teknologi dan Perubahan Iklim Global

World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss. Doc

ASIATODAY.ID, ZURICH – Riset Forum Ekonomi Dunia (WEF) menggambarkan peralihan peran yang sangat cepat dari manusia ke teknologi robotic.

Menurut WEF, robot akan mengambil alih 85 juta pekerjaan di bisnis menengah sampai besar pada lima tahun ke depan. Pandemi Covid-19 saat ini kian mempercepat perubahan di tempat kerja yang cenderung melebih-lebihkan ketidaksetaraan.

Survei terhadap hampir 300 perusahaan global menemukan empat dari lima eksekutif bisnis mempercepat rencana melakukan digitalisasi pekerjaan dan menerapkan teknologi baru. Keputusan tersebut membatalkan perolehan pekerjaan yang didapat sejak krisis keuangan 2007-2008.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

“Covid-19 mempercepat datangnya masa depan pekerjaan,” kata Direktur Manajer WEF Saadia Zahidi.

Bagi pekerja yang ditentukan tetap menjalankan perannya dalam lima tahun ke depan, hampir separuhnya perlu mempelajari keterampilan baru. Menurut riset tersebut, pada 2025, para pengusaha akan membagi tugas untuk manusia dan mesin secara merata.

Secara keseluruhan, penciptaan lapangan kerja melambat dan penghilangan pekerjaan semakin cepat karena perusahaan di seluruh dunia menggunakan teknologi disbanding pekerja untuk tugas memasukkan data, akuntansi, dan administrasi. Kabar baiknya, lebih dari 97 juta pekerjaan akan muncul di seluruh ekonomi perawatan, di industri teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), dan dalam pembuatan konten.

“Tugas-tugas di mana manusia ditetapkan untuk mempertahankan keuntungan komparatif mereka termasuk mengelola, menasehati, membuat keputusan, mempertimbangkan, berkomunikasi serta berinteraksi,” jelasnya.

Permintaan akan meningkat bagi pekerja yang mampu mengisi pekerjaan ekonomi hijau, data mutakhir dan fungsi AI, serta peran baru di bidang teknik, komputasi awan dan pengembangan produk.

Dari survei WEF ditemukan sekitar 43 persen perusahaan ditetapkan akan mengurangi tenaga kerja mereka sebagai dampak integrasi teknologi, 41 persen berencana memperluas penggunaan kontraktor, dan 34 persen membayangkan perluasan tenaga kerja mereka akibat integritas teknologi. (Ant)

Tags: Teknologi Kecerdasan BuatanTransformasi DigitalWorld Economic Forum
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.