• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO : Ada Negara Tidak Serius Perangi Wabah Virus Corona 

by Redaksi Asiatoday
March 7, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO : Virus Corona di China Bernama   COVID-19, Vaksinnya akan Tersedia 18 Bulan Kedepan 

World Health Organization (WHO). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengecam negara-negara yang dinilai tidak progresif melakukan upaya untuk memerangi wabah virus corona (Covid-19). WHO bahkan mengancam akan membeberkan daftar negara itu.

Menurut Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, wabah virus corona bisa meningkat menjadi pandemi jika negara-negara di dunia tidak memeranginya secara agresif.

“Itu adalah daftar yang panjang,” terang  Tedros dalam jumpa pers di Jenewa, melansir Bloomberg, Sabtu (7/3/2020).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Daftar itu terdiri dari sejumlah besar negara yang tidak memobilisasi seluruh pemerintahan, dan saya dapat memberikan kalian semua daftar itu lain kali,” tegasnya.

Tedros mengutarakan keprihatinannya atas ‘daftar panjang’ negara-negara yang tidak menunjukkan komitmen politik yang diperlukan untuk menyesuaikan level ancaman yang tengah dihadapi dunia.

“Harus dipahami,  situasi ini bukanlah latihan,” tegas Tedros.

Wabah Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 95.000 orang dan merenggut lebih dari 3.200 nyawa di seluruh dunia sejak kasusnya pertama kali mengemuka di China pada akhir Desember 2019. Menurut data Worldometers, virus ini telah menjalar ke 88 negara selain China.

Sebagian besar kematian dan infeksi terjadi di China, sehingga mendorong Negeri Tirai Bambu untuk mengkarantina seluruh kota, menutup pabrik untuk sementara waktu, dan menutup sekolah-sekolah tanpa batas waktu.

Terlepas dari tindak pengendalian yang dilancarkan China, virus ini dengan cepat telah menyebar ke luar perbatasan negara itu.

“Epidemi ini adalah ancaman bagi setiap negara, kaya dan miskin,” sambung Tedros. Dia memperingatkan bahwa negara-negara dengan pendapatan tinggi sekalipun akan mengalami hal tak terduga.

Dia menyesalkan bahwa sejumlah negara tampaknya tidak menganggap ancaman itu cukup serius. Banyak dari negara yang dimaksud menyerahkan penanganan krisis ke kementerian kesehatan mereka.

Menurut Tedros, pendekatan macam ini salah karena krisis ini memengaruhi seluruh bagian masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh oleh pemerintah.

Dia meminta para kepala pemerintahan di setiap negara untuk bertanggung jawab atas segala bentuk respons dan untuk mengoordinasikan semua sektor.

“Apa yang dibutuhkan adalah kesiapan yang agresif,” imbuhnya.

Namun begitu, dia menolak pernyataan sebagian pihak bahwa wabah ini telah mencapai proporsi pandemi. Langkah untuk membendung wabah corona disebutnya masih mungkin dilakukan dan harus menjadi fokus utama dari respons.

“Ini bukan saatnya untuk menyerah. Ini bukan saatnya untuk mencari-cari alasan. Ini saatnya untuk mengerahkan segala upaya,” tandas Tedros. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: China VirusCoronavirusVirus CoronaVirus PneumoniaWHOWorld Corona
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.