• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Mencapai Puncaknya

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
WHO: Virus Covid-19 Tidak Menular Melalui Udara

World Health Organization (WHO). Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa pandemi global coronavirus (Covid-19) belum mencapai puncaknya kendati jumlah kasus baru berkurang di beberapa negara Eropa, seperti di Italia dan Spanyol. Sebab, wabah mematikan itu masih berkembang di Inggris dan Turki.

“Secara global, 90 persen kasus di dunia berasal dari Eropa dan Amerika Serikat. Saat ini kita tentu belum melihat puncaknya,” terang juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Harris di Jenewa, Swiss, dalam keterangannya yang dimonitotor Kamis (16/4/2020).

Margaret Harris mengungkapkan, Amerika Serikat memiliki epidemi terbesar saat ini.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Total kematian akibat virus corona di negeri itu mendekati 30.000 setelah terjadi rekor peningkatan kematian dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Amerika melaporkan 2.364 kematian pada hari Selasa waktu setempat, jauh di atas angka harian tertinggi sebelumnya 2.069 yang tercatat pada 10 April, menurut penghitungan Reuters, Kamis (16/4/2020).

Kematian di AS pada hari Rabu waktu setempat mencapai 29.751, atau naik 1.305 dan masih banyak negara belum melaporkan. Sedangvkan jumlah kasus mencapai 615.000 di Amerika Serikat dan dua juta di seluruh dunia.

Meskipun lonjakan kematian, ada tanda-tanda tentatif di beberapa bagian negara bahwa wabah mulai surut.

Para gubernur dari sekitar 20 negara bagian dengan beberapa kasus Virus Corona yakin mereka siap untuk memulai proses pembukaan kembali ekonomi mereka pada 1 Mei seperti ditargetkan Presiden Donald Trump, kata seorang pejabat tinggi kesehatan AS.

Dari 50 negara bagian AS, 17 melaporkan kurang dari 100 kasus Virus Corona baru pada Selasa.

Sejauh ini, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 2 juta orang di seluruh dunia sekaligus sebagai tonggak sejarah baru. Karena itu, gubernur negara bagian New York Andrew Cuomo telah mewajibkan warganya mengenakan masker di tempat publik.

Negara bagian yang paling terpukul selain New York adalah California, Louisiana, New Jersey, Massachusetts, dan Michigan.

Mereka mengatakan ada kebutuhan untuk pengujian yang lebih luas sebelum mulai mengakhiri locckdown yang telah membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan dengan penutupan restoran, bisnis, dan sekolah.

Margaret Harris juga merespon langkah Amerika Serikat yang menarik diri sebagai donor bagi WHO.

Dia mengutarakan: “Akan selalu ada kritik terhadap organisasi, penting untuk mendengarkan kritik terutama kritik konstruktif. pekerjaan kami akan berlanjut terlepas dari masalah apa pun.”

Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menginstruksikan pemerintahannya agar sementara waktu menghentikan pendanaan untuk WHO.

Langkah ini diambil Trump karena memandang badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut gagal untuk berbagi informasi tentang pandemi Covid-19.

Rusia menjadi sumber terbesar kasus impor China, dengan total 409 infeksi berasal dari negara tetangga di sebelah utara itu.

“China sebenarnya sekarang benar-benar fokus untuk melihat, selain memastikan bahwa tidak ada kasus lokal baru, tapi ancaman terbesar mereka adalah kasus dari luar negeri,” kata Margaret Harris.

Mengenai vaksin, dia mengatakan belum bisa diharapkan, setidaknya selama 12 bulan ke depan. (ATN)

Tags: Amerika SerikatCoronavirusCOVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.