• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Soroti Pasokan Vaksin Covid-19 Global Dikuasai Negara-negara Kaya

by Redaksi Asiatoday
April 10, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
WHO Serukan Seluruh Negara Perbanyak Tes Corona

WHO Director General Tedros Ghebreyesus. Doc

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti pasokan vaksin Covid-19 global dominan dikuasai oleh negara-negara kaya.

Menurut WHO, lebih dari 700 juta dosis vaksin Covid-19 yang diberikan secara global, atau 87 persen telah diberikan produsen ke negara-negara kaya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan negara-negara berpenghasilan rendah hanya menerima 0,2 persen dari pasokan global vaksin Covid-19.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Secara rata-rata, 1 dari 4 orang di negara berpenghasilan tinggi telah menerima vaksin virus corona. Rasio itu sangat jauh dibandingkan dengan hanya 1 di lebih dari 500 orang di negara berpenghasilan rendah.

WHO menyatakan negara-negara kaya telah menerima sebagian besar pasokan vaksin Covid-19 di dunia, sementara negara-negara miskin telah memperoleh kurang dari 1 persen.

“Dari 700 juta dosis vaksin yang telah didistribusikan di seluruh dunia, lebih dari 87 persen telah diberikan ke negara-negara berpenghasilan tinggi atau atas dan menengah, sementara negara-negara berpenghasilan rendah hanya menerima 0,2 persen,” kata Tedros dalam pernyataan Jumat (9/4/2021).

“Masih ada ketidakseimbangan yang mengejutkan dalam distribusi vaksin global,” katanya.

Tedros mengatakan bahwa ada kekurangan dosis untuk Covax, aliansi global yang bertujuan untuk menyediakan vaksin virus corona bagi negara-negara miskin.

“Kami memahami bahwa beberapa negara mencoba dan perusahaan berencana untuk melakukan donasi vaksin bilateral mereka sendiri, melewati Covax karena alasan politik atau komersial mereka sendiri. Pengaturan bilateral ini berisiko mengipasi api ketidakadilan vaksin,” kata Tedros.

Tedros mengatakan mitra Covax – termasuk WHO, Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi, dan Gavi, Aliansi Vaksin – sedang mengejar strategi untuk mempercepat produksi dan pasokan. (ATN)

Tags: COVAXWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.