• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank: 60 Persen Penduduk Indonesia Miskin

by Redaksi Asiatoday
July 20, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rantai Pasok Nikel di Asia Tenggara Langgar HAM dan Lingkungan

Nasib perkampungan masyarakat yang dikepung pertambangan nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank telah menetapkan Indonesia naik kelas dari negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income) menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country).

Perubahan level ini seiring pendapatan nasional bruto (PNB) atau Gross National Income (GNI) yang naik menjadi US$4.580.

Sementara itu, negara berpendapatan menengah atas ditetapkan memiliki GNI per kapita di kisaran US$4.466 sampai US$13.845.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Perubahan status Indonesia ini membawa dampak pada standar garis kemiskinan jika mengacu pada standar World Bank.

Dengan menggunakan acuan ini, World Bank memasukkan 60 persen penduduk Indonesia dalam kategori miskin.

Pasalnya, batas kelas pendapatan menengah ke atas naik menjadi US$6,85 dari US$5,50 per kapita per hari. Dengan asumsi kurs Rp15.018 per dolar AS, maka batas kelas pendapatan menengah ke atas setara dengan Rp102.873 per kapita per hari atau Rp3.086.190 per bulan.

Atau dengan menggunakan patokan BPS sebesar 4,71 orang per rumah tangga, maka besaran penghasilan dikategorikan kelas menengah ke atas adalah Rp14,53 juta per rumah per bulan.

Besaran angka ini merupakan kebutuhan pendapatan riil karena World Bank mengacu kurs yang mengikuti partitas daya beli (purchasing power parities/PPP) 2017.

PPP merupakan tingkat konversi mata uang yang mencoba menyamakan daya beli dengan menghilangkan perbedaan tingkat harga antar negara.

Dengan kata lain, mekanisme PPP mengacu kepada daya beli produk yang dikonversi ke dalam kurs dolar. Hasilnya, mereka dengan pendapatan di bawah angka dari Bank Dunia itu masuk dalam kategori penduduk miskin.

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Febrio Kacaribu, Indonesia berhasil naik menjadi upper-middle income country, tidak terlepas dari efektivitas penanganan pandemi, pelaksanaan Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), serta transformasi ekonomi melalui hilirisasi SDA.

“Berbagai instrumen APBN melalui program PC-PEN 2020-2022 berperan penting dalam memberikan bantalan kebijakan di masa krisis pandemi serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Di sisi lain, dampak signifikan kebijakan hilirisasi SDA telah mendongkrak kinerja ekspor dan memperkuat keseimbangan eksternal Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (3/7/2023).

Data BPS Berbeda dengan World Bank

Berbeda dengan World Bank, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah orang miskin di Indonesia mengalami penurunan menjadi 25,9 juta orang atau sekitar 9,36 persen.

Angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan kondisi September 2023.

“Pada Maret 2023, persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,21 persen poin dibanding kondisi September 2022,” kata Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto, Senin (17/7/2023).

Nilai persentase penduduk miskin juga tercatat mengalami penurunan sebesar 0,18 persen bila dibandingkan Maret 2022.

Dasar perhitungan tingkat kemiskinan yang digunakan BPS adalah penduduk dengan penghasilan Rp550.458 orang per bulan dalam rumah tangga.

Rata-rata anggota keluarga dalam rumah tangga miskin dilaporkan mencapai 4,71 orang.

Artinya, batas penghasilan yang dikategorikan keluarga miskin adalah Rp2.592.657 per rumah tangga miskin per bulan. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Kemiskinan AsiaKemiskinan IndonesiaWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.