• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank Proyeksi Ekonomi Global Tumbuh 5,6 Persen Tahun ini

by Redaksi Asiatoday
June 9, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kurangi Utang, Cara Negara Keluar dari Kemiskinan

Presiden World Bank David Malpass. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – World Bank memproyeksikan ekonomi global akan tumbuh sebesar 5,6 persen pada tahun ini. Proyeksi ini merupakan laju pascaresesi tercepat dalam 80 tahun.

Proyeksi tersebut disampaikan World Bank dalam Prospek Ekonomi Global Juni 2021, sebagaimana keterangan tertulisnya, Rabu (9/6/2021).

Proyeksi ini didasarkan pada rebound kuat dari beberapa ekonomi utama. Namun demikian, banyak pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang terus berjuang dengan pandemi Covid-19 dan dampaknya.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Meskipun dalam proses pemulihan, output global akan sekitar dua persen di bawah proyeksi prapandemi pada akhir tahun ini. Kerugian pendapatan per kapita tidak akan hilang pada 2022 untuk sekitar dua pertiga dari pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang.

Diantara negara berpenghasilan rendah, yang vaksinasi telah tertinggal, dampak pandemi telah membalikkan pencapaian pengurangan kemiskinan dan memperburuk ketidakamanan dan tantangan lama lainnya.

Presiden Grup Bank Dunia David Malpass menegaskan, meskipun ada tanda-tanda pemulihan global yang disambut baik, pandemi terus menimbulkan kemiskinan dan ketidaksetaraan pada orang-orang di negara-negara berkembang di seluruh dunia.

“Upaya yang terkoordinasi secara global sangat penting untuk mempercepat distribusi vaksin dan pengurangan utang, terutama untuk negara-negara berpenghasilan rendah. Ketika krisis kesehatan mereda, pembuat kebijakan perlu mengatasi dampak pandemi yang berlangsung lama dan mengambil langkah-langkah untuk memacu pertumbuhan yang hijau, tangguh, dan inklusif sambil menjaga stabilitas makroekonomi,” paparnya. (ATN)

Tags: Ekonomi DuniaPertumbuhan EkonomiWorld BankWorld Bank Group
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.