• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank Revisi Standar Kemiskinan, Jutaan Warga China dan Indonesia Jatuh Miskin

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
World Bank Revisi Standar Kemiskinan, Jutaan Warga China dan Indonesia Jatuh Miskin

Potret Kemiskinan di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank telah merevisi standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.

Hal itu tertuang dalam laporan World Bank East Asia and The Pacific (EAP) Economic Update Oktober 2022, dimana aturan PPP 2017 akan menggantikan PPP 2011.

Adopsi tersebut dilakukan untuk lebih mencerminkan harga yang berlaku pada musim gugur 2022 serta peningkatan garis kemiskinan di berbagai negara.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Atas dasar perubahan ini, World Bank menetapkan garis kemiskinan ekstrem menjadi US$2,15 per orang per hari pada PPP 2017. Standar tersebut naik jika dibandingkan PPP 2011, yakni sebesar US$1,90 per orang per hari.

World Bank juga memperbarui garis kemiskinan kelas pendapatan yang lebih relevan dengan banyak negara di Asia Pasifik. Caranya dengan mengambil median dari garis kemiskinan nasional untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah atas (lower-middle income countries).

Akibatnya, garis kemiskinan kelas berpenghasilan menengah ke bawah (lower-middle income) direvisi dari US$3,20 pada PPP 2011 menjadi US$3,65 pada PPP 2021.

Sementara itu, garis kemiskinan kelas berpenghasilan menengah ke atas (upper-middle income) direvisi dari US$5,50 pada PPP 2011 menjadi US$6,85 per orang per hari.

World Bank mengatakan dampak penerapan garis kemiskinan ekstrem sesuai dengan PPP 2017 sangat signifikan bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

Meski demikian, World Bank menilai kemiskinan ekstrim di wilayah tersebut sudah sangat rendah.

Jika menggunakan standar PPP 2017, World Bank mengungkapkan jumlah orang miskin anak meningkat sebanyak 33 juta pada level lower-middle income dan 174 juta upper-middle income.

Ada dua negara yang akan mengalami dampak signifikan atas perubahan standar garis kemiskinan World Bank, yaitu China dan Indonesia.

Dengan kata lain, jumlah penduduk miskin di China dan Indonesia berpotensi melonjak.

“Kedua negara [China dan Indonesia] ini bersama-sama menyumbang lebih dari 85 persen peningkatan daerah dalam jumlah penduduk miskin,” tulis World Bank East Asia and The Pacific (EAP) Economic Update Oktober 2022 seperti dikutip, Jumat (30/9/2022).

World Bank memaparkan jumlah penduduk miskin kelas menengah bawah (lower-middle income) di Indonesia dengan standar PPP 2011 berkisar 54 juta jiwa.

Jika mengacu pada standar PPP 2017 jumlah tersebut akan meningkat menjadi 67 juta jiwa.

Ini artinya, jumlah masyarakat miskin di Indonesia berpotensi naik hingga 13 juta jiwa.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin miskin kelas menengah bawah (lower-middle income) di China akan bertambah 20 juta jiwa, yaitu dari 24 juta jiwa (PPP 2011) menjadi 42 juta jiwa (PPP 2017).

Adapun, total penduduk miskin kelas menengah bawah (lower-middle income) di kawasan Asia Pasifik berjumlah 115 juta jiwa (PPP 2011) dan berpotensi melojak menjadi 148 jua jiwa (PPP 2017). (ATN)

Tags: Kemiskinan AsiaKemiskinan IndonesiaWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.