• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

WTO Proyeksi Perdagangan Global Tetap Tangguh di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

by Redaksi Asiatoday
February 24, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WTO Proyeksi Perdagangan Global Tetap Tangguh di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Kendaraan-kendaraan yang siap diekspor di sebuah pelabuhan di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China timur. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, JENEWA – Perdagangan global tetap tangguh dan menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan prediksi pesimistis untuk 2022, seiring sejumlah perekonomian yang sangat terdampak oleh konflik Rusia-Ukraina berhasil menemukan sumber-sumber pasokan alternatif, kata Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam informasi yang dirilis pada Kamis (23/2).

Menurut lembar informasi tersebut, pertumbuhan perdagangan pada 2022 berada di atas prakiraan WTO sebesar 3 persen yang dirilis pada April tahun lalu dan jauh lebih tinggi dari perkiraannya dalam skenario yang lebih pesimistis untuk tahun ini.

Untuk prospek dengan jangka waktu lebih panjang, sejumlah simulasi baru WTO menunjukkan pentingnya memperkuat sistem perdagangan multilateral, dengan negara-negara kurang berkembang kemungkinan akan menjadi yang terdampak paling parah jika kerja sama internasional gagal.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Perdagangan global “bertahan dengan baik” saat menghadapi konflik Rusia-Ukraina, kata Kepala Ekonom WTO Ralph Ossa.

“Terlepas dari kekacauan yang terjadi, kami melihat setelah satu tahun berlalu, arus perdagangan masih terbuka,” kata Ossa. Perdagangan global belum mengalami prediksi terburuk yang diramalkan pada awal krisis, imbuhnya.

“Harga pangan yang naik tajam dan krisis pasokan belum terjadi berkat keterbukaan sistem perdagangan multilateral dan kerja sama yang telah dilakukan sejumlah pemerintah di WTO,” kata Ossa.

Para mitra perdagangan menemukan sumber-sumber alternatif untuk mengisi kekosongan tentang sebagian besar produk yang terdampak konflik, seperti gandum, jagung, produk bunga matahari, pupuk, bahan bakar, dan paladium, mineral tanah jarang yang digunakan dalam konverter katalitik untuk mobil, urai lembar informasi itu.

Harga barang-barang yang sangat terdampak oleh krisis mengalami kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan pada awal konflik. Di antara produk-produk yang paling terdampak oleh konflik itu, harga mengalami kenaikan sebesar antara 4,4 persen (paladium) dan 24,2 persen (jagung). Semua kenaikan harga ini substansial, tetapi secara signifikan lebih rendah dari prediksi terburuk.

Sebagai contoh, harga gandum mengalami kenaikan sebesar 17 persen, jauh lebih rendah dari simulasi staf Sekretariat WTO sebesar 85 persen di beberapa kawasan berpendapatan rendah.

Lebih lanjut, lembar informasi tersebut menemukan bahwa ketika ekspor Ukraina turun sebesar 30 persen pada 2022 dari segi nilai, sejumlah besar perekonomian Afrika menyesuaikan pola sumber mereka. Ethiopia, yang dahulu mengandalkan Ukraina dan Rusia untuk 45 persen dari impor gandumnya, meningkatkan pembeliannya dari sejumlah produsen lain seperti Amerika Serikat dan Argentina.

Nilai ekspor Rusia naik sebesar 15,6 persen karena kenaikan harga terutama untuk bahan bakar, pupuk, dan serealia. Namun, estimasi menunjukkan bahwa volume ekspor Rusia kemungkinan mengalami penurunan tipis. Arus perdagangan turun tajam untuk barang-barang industri seperti kendaraan bermotor, obat-obatan, atau pesawat, yang merupakan area-area dengan sanksi lebih restriktif, menurut lembar informasi itu. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Perdagangan DuniaWorld TradeWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.