• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WTO Segera Bahas Penghapusan Hak Intelektual Vaksin Covid-19

by Redaksi Asiatoday
June 11, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Tegaskan Tak akan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) akan segera membahas teks proposal trade waiver atau penghapusan Hak Kekayaan Intelektual (Haki) atas produk dan teknologi untuk penanganan pandemi, termasuk vaksin Covid-19.

“Pembahasan awal terhadap teks proposal ini di WTO akan dimulai pada 17 Juni 2021,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi dalam keterangan pers, Kamis (10/6/2021).

Retno mengatakan Indonesia adalah co-chair dari Covax AMC Engagament Group yaitu forum untuk memperjuangkan kesetaraan akses vaksin Covid-19.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Indonesia mempunyai tanggung jawab moral yang besar untuk merealisasikan kesetaraan vaksin, termasuk aktif sebagai salah satu co-sponsor proposal trade waiver di WTO.

“Kita semua berharap agar negosiasi terhadap proposal ini dapat diselesaikan dalam waktu cepat untuk membantu meningkatkan produksi dan distribusi vaksin secara signifikan,” kata Retno.

Menlu mengatakan Covax Facility telah mendorong mekanisme berbagi vaksin (dose sharing). Langkah itu telah dilakukan beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Denmark, Belgia, dan Spanyol, yang menyalurkan ekstra vaksin mereka lewat Covax Facility.

“Dengan mekanisme Covax Facility ini maka negara-negara tersebut menyumbangkan vaksin yang dimiliki kemudian dikelola oleh Covax Facility untuk dibagikan kepada negara lain yang memerlukan,” jelas Retno.

Menlu mengingatkan pandemi Covid-19 masih jauh dari selesai. Sampai saat ini, hampir 175 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi Covid-19 dan lebih dari 3,7 juta kehilangan nyawanya. Untuk itu, dia mengajak setiap masyarakat menjadi bagian dari solusi, termasuk bersedia menerima vaksinasi Covid-19.

“Pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengatasi pandemi ini termasuk melalui vaksinasi dan pelaksanaan protokol kesehatan. Dukungan penuh masyarakat akan menjadi elemen penting berhasilnya upaya ini,” ujar Retno. (ATN)

Tags: COVAXVaksin Covid-19World TradeWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.