• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Yeti Airlines Jatuh di Nepal, 44 Orang Dilaporkan Tewas

by Redaksi Asiatoday
January 15, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Yeti Airlines Jatuh di Nepal, 44 Orang Dilaporkan Tewas

Ratusan petugas penyelamat menjelajahi lereng bukit tempat penerbangan Yeti Airlines, yang membawa 72 orang dari ibu kota Kathmandu, jatuh. Ist

ASIATODAY.ID, KATHMANDU – Pesawat Yeti Airlines jatuh di Pokhara, Nepal, pada Minggu (15/1/2023).

Sedikitnya 44 orang tewas dalam insiden ini, kata seorang pejabat otoritas penerbangan, di negara kecil Himalaya.

Jatuhnya pesawat Yeti Airlines itu menjadi kecelakaan terburuk selama hampir lima tahun di Nepal.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Ratusan petugas penyelamat menjelajahi lereng bukit tempat penerbangan Yeti Airlines, yang membawa 72 orang dari ibu kota Kathmandu, jatuh. “Cuaca cerah,” kata Jagannath Niroula, juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Nepal.

“Tiga puluh mayat telah ditemukan dan dikirim ke rumah sakit,” kata Niroula kepada Reuters.

“14 mayat lainnya masih terbaring di lokasi kecelakaan dan pihak berwenang membawa derek untuk memindahkannya.”

Siaran televisi lokal menunjukkan petugas penyelamat berebut di sekitar bagian pesawat yang rusak. Beberapa tanah di dekat lokasi kecelakaan hangus, dengan api masih terlihat.

“Pesawat itu terbakar,” kata pejabat polisi Ajay KC, menambahkan bahwa petugas penyelamat mengalami kesulitan mencapai lokasi di jurang antara dua bukit dekat bandara kota wisata itu.

Pesawat melakukan kontak dengan bandara dari Seti Gorge pada pukul 10:50 (0505 GMT), kata otoritas penerbangan dalam sebuah pernyataan. “Kemudian jatuh.”

“Separuh pesawat berada di lereng bukit,” kata Arun Tamu, warga setempat, yang mengatakan kepada Reuters bahwa dia tiba di lokasi beberapa menit setelah pesawat jatuh. “Separuh lainnya telah jatuh ke ngarai sungai Seti.”

Khum Bahadur Chhetri mengatakan dia menyaksikan dari atap rumahnya saat penerbangan mendekat.

“Saya melihat pesawat bergetar, bergerak ke kiri dan ke kanan, dan kemudian tiba-tiba hidungnya menukik dan jatuh ke jurang,” kata Chhetri kepada Reuters, menambahkan bahwa penduduk setempat membawa dua penumpang ke rumah sakit.

Pemerintah telah membentuk sebuah panel untuk menyelidiki penyebab kecelakaan itu dan diperkirakan akan melaporkannya dalam waktu 45 hari, kata menteri keuangan, Bishnu Paudel, kepada wartawan. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Kecelakaan PesawatNEPALYeti Airlines
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.