• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Yuan Digital China Jadi Ancaman Dominasi Dolar AS di Masa Depan

by Redaksi Asiatoday
July 25, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Yuan Digital China Jadi Ancaman Dominasi Dolar AS di Masa Depan

Yuan Digital China Jadi Ancaman Dominasi Dolar AS. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Perlahan namun pasti, China mulai mengikis dominasi Amerika Serikat (AS) dalam inovasi uang digital.

Melalui yuan digital, China secara terbuka siap melawan pengaruh dolar AS sebagai cadangan moneter de facto. Sekitar 80 negara, termasuk AS dan China, saat ini tengah mengembangkan mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC).

CBDC adalah bentuk lain dari uang yang diregulasi tetapi sepenuhnya berada dalam bentuk daring. China telah meluncurkan yuan digital kepada lebih dari 1 juta warganya, sementara AS masih dalam tahap riset.

RelatedPosts

Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway

Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

Dua kelompok yang ditugaskan melakukan riset ini adalah Inisiatif Uang Digital Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Bank Sentral Cabang Boston. Saat ini mereka masih memantau implementasi yuan digital dan privasi menjadi isu utama yang disorot.

“Jika ada dolar digital nanti, privasi akan menjadi isu yang sangat penting. AS berbeda dengan China,” kata Neha Narula, direktur Inisiatif Uang Digital MIT Media Lab kepada CNBC International.

Kekhawatiran lainnya adalah akses. Menurut Pew Research Center, 7 persen dari warga Amerika tidak menggunakan internet. Untuk kelompok kulit hitam, angkanya mencapai 9 persen. Untuk warga lansia (di atas 65 tahun), angkanya mencapai 25 persen. Penyandang disabilitas juga mengalami kesulitan mengakses internet dibanding mereka yang tidak memiliki disabilitas.

“Sebagian tugas kami adalah berdasarkan asumsi CBDC akan berdampingan dengan uang fisik, dan masyarakat masih bisa menggunakan uang fisik jika mereka ingin,” kata Narula.

Salah satu tujuan CBDC AS adalah agar dolar tetap menjadi mata uang utama di dunia.

“AS sebagai pemimpin tidak boleh lengah dalam hal ini. AS harus maju dan mengembangkan strategi untuk menjaga dan memanfaatkan kekuatan dolar AS,” kata Darrell Duffie, profesor keuangan di Stanford University.

Tujuan CBDC AS lainnya adalah karena yuan digital dianggap berbahaya.

“Yuan digital adalah ancaman terbesar terhadap Barat dalam 30,40 tahun terakhir. Yuan digital memungkinkan China mencengkeram semua orang di Barat dan menjadi pintu ekspor otoritarianisme digital,” kata Kyle Bass dari Hayman Capital Management. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaDolarYuan Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • Indonesia Targets Eastern Europe Through Bulgaria
  • Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says
  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.