• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Sebelum 2020, Indonesia Sudah Harus Akuisisi Perusahaan Minyak Luar Negeri

by Redaksi Asiatoday
August 23, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemerintah Indonesia Dukung Pertamina Akuisisi Migas di Luar Negeri

Ladang minyak Pertamina di Al Jazair. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mempercepat proses akuisisi perusahaan minyak di luar negeri sebelum Januari 2020. Langkah itu sebagai upaya menekan current account deficit (CAD).

Menurut Direktur Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan Askolani, saat ini pihaknya masih mereview implementasi dari kebijakan tersebut, termasuk siapa yang bakal mendapatkan penugasan pembelian perusahaan minyak bumi di luar negeri dengan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp1 triliun.

“Penyalurannya nanti satu paket baik mengenai kebijakan, struktur dan implementasinya. Tentunya akan disiapkan setelah dibahas di DPR secara detil,” terang Askolani, Jumat (23/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Berdasarkan Nota Keuangan RAPBN 2020, pemerintah menyebutkan bahwa PMN sebesar Rp1 triliun tersebut bakal disalurkan kepada PT Pertamina (Persero), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), membentuk Special Mission Vehicles (SMV) baru atau membentuk Badan Layanan Umum (BLU) baru.

“Salah satu dari keempat lembaga tersebut bakal ditugasi untuk mengakuisisi secara mayoritas perusahaan minyak multinasional yang sehat atau perusahaan minyak yang kurang sehat secara finansial tetapi masih memiliki cadangan minyak yang cukup banyak,” terang Askolani.

Kebijakan ini diharap dapat menekan CAD yang per kuartal II/2019 mencapai US$8,4 miliar atau 3% dari PDB.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Adriyanto, sebelumnya juga mengungkapkan bahwa pihaknya memproyeksikan CAD pada 2020 bakal mencapai 2,5%-3% dari PDB. Angka tersebut sudah memperhitungkan kontribusi dari perusahaan minyak yang diakuisisi melalui PMN tersebut.

“Nantinya Kementerian ESDM yang bakal mengkaji siapa yang akan ditugasi untuk mengakuisisi perusahaan minyak yang dimaksud,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Industri Minyak dan GasKilang MinyakPertamina
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.