• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 23, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kekeringan, Wisata Green Canyon Tutup

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kekeringan, Wisata Green Canyon Tutup

Kekeringan, Wisata Green Canyon Tutup. Foto : Doc

ASIATODAY.ID, BOGOR – Cuaca panas yang melanda Indonesia, tidak hanya mengakibatkan kelangkaan air dan sawah-sawah petani mengalami kekeringan dan gagal panen.

Obyek wisata alam Curug Ciomas Tonjong atau yang lebih dikenal dengan Curug Green Canyon di Kampung Tonjong, Desa Cikutamani, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga ikut mengering. Kekeringan ini sudah terjadi sejak empat bulan terakhir, sejak musim kemarau melanda wilayah Bogor.

Kekeringan ini mengakibatkan, Green Canyon tak lagi dikunjungi wisatawan.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Sejak kering begini, tidak ada lagi yang datang berkunjung,” terang Ketua Pengelola Curug Ciomas Tonjong, Warta Wijaya saat dihubungi, Rabu (28/8/2019).

Menurut Wijaya, kekeringan yang melanda Green Canyon merupakan yang terparah sejak dibukanya lokasi wisata tersebut pada 2014 lalu.

Kekeringan, Wisata Green Canyon Tutup 1
Kondisi saat ini Curug Ciomas, Green Canyon. ist

Dengan kejadian ini, denyut ekonomi disekitar lokasi wisata ikut terkena dampak. Aktivitas pedagang kecil tidak bergairah karena tidak ada lagi pengunjung.

“Warung-warung banyak yang berhenti jualan karena tidak ada pembeli,” jelasnya.

Untuk menghadapi kondisi ini, Jaya hanya bisa pasrah sambil berharap musim kemarau segera berlalu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus hingga September 2019 mendatang. Masyarakat pun diminta mengantisipasi bencana kekeringan yang sudah mulai terjadi di sejumlah daerah.

Di Jawa Barat sendiri, sejumlah daerah yang mulai mengalami kekeringan yakni, Sumedang, Bekasi, Karawang, dan Indramayu. Sedangkan di Jawa Tengah, terjadi di Karanganyar, Klaten, Magelang, Purworejo, Rembang, Semarang‎ dan Wonogiri.

Adapun untuk wilayah DIY, terjadi kekeringan di Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Sleman. Sementara di Bali, terjadi di daerah Buleleng. Selanjutnya, daerah di NTB yang mengalami kekeringan yakni, Bima, Kota Bima, Lombok Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Timur. (AT Network)

Tags: Climate EmergencyGreen CanyonPemanasan GlobalPerubahan IklimWisata AlamWisata Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Beyond Declarations: ASEAN Faces Test to Turn Partnerships into Real Action
  • New Zealand-Philippines Forge Indo-Pacific Partnership
  • ASEAN–New Zealand Reinforce Indo-Pacific Stability
  • AIPA at a Critical Juncture: Indonesia Pushes ASEAN Beyond Resolutions
  • Indonesia Orders 12 Italian M-346 Jets to Boost Air Power
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.