• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Kinerja Manufaktur China Turun Tajam, Terendah dalam 2 Tahun Terakhir

by Redaksi Asiatoday
April 30, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
UNCTAD: Perdagangan Global Mulai Recovery, Namun Belum Merata

Aktivitas ekspor dan impor di pelabuhan China. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Aktivitas manufaktur di China tercatat menurun tajam dan mencapai level terendah sejak Februari 2020.

Hal ini disebabkan oleh kasus Covid-19 yang meningkat sehingga menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi di negara itu.

PMI Manufaktur berada pada level kontraksi, sebesar 47,4 pada pada April 2022. Ini terjadi karena penurunan produksi dan permintaan yang sangat dalam.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Kondisi tersebut muncul ketika Beijing menerapkan strategi zero Covid. Pembatasan klaster yang dilakukan telah membuat lusinan kota terkunci sepenuhnya atau sebagian dalam beberapa bulan terakhir, terutama di Shanghai.

Pembatasan mobilitas di China telah mengganggu rantai pasokan di tengah kurangnya pengemudi truk, sementara barang menumpuk di pelabuhan.

Menurut National Bureau of Statistics (NBS) senior statistician, Zhao Qinghe beberapa perusahaan harus mengurangi atau menghentikan produksi, sementara banyak perusahaan melaporkan sulit meningkatkan transportasi.

“Produksi dan operasi perusahaan telah sangat terpengaruh,” katanya dikutip CNA, Sabtu (30/4/2022).

Pada hari Sabtu, grup media China Caixin merilis PMI manufakturnya sendiri, yang menunjukkan penurunan berturut-turut selama 2 bulan, dengan penurunan dari 48,1 menjadi 46,0.

Survei Caixin, yang mencakup usaha kecil dan menengah, dilihat sebagai cerminan yang lebih akurat dari situasi ekonomi China daripada angka resmi pemerintah.

“Langkah-langkah pengendalian Covid-19 telah melakukan sejumlah hal pada logistik,” kata ekonom senior Caixin Insight Group Wang Zhe dalam sebuah pernyataan. (ATN)

Tags: ChinaManufaktur Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.