• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Setahun Berjalan, RCEP Jadi Pendorong Perdagangan dan Kerja Sama Regional

by Redaksi Asiatoday
January 2, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Setahun Berjalan, RCEP Jadi Pendorong Perdagangan dan Kerja Sama Regional

Aktivitas ekspor dan impor di salah satu pelabuhan China. Foto Tangkapan Layar

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Setahun berjalan, implementasi pakta perdagangan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) memberikan dorongan tepat waktu bagi pemulihan ekonomi yang lebih cepat dan pertumbuhan jangka panjang serta kemakmuran di kawasan.

Perjanjian RCEP yang merupakan kesepakatan perdagangan bebas terbesar di dunia, mulai berlaku setahun lalu. RCEP terdiri dari 10 negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) serta China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Menurut RCEP, lebih dari 90 persen dari semua barang yang diperdagangkan di kawasan tersebut nantinya akan dikenakan tarif nol.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Dalam 11 bulan pertama 2022, perdagangan China dengan para penanda tangan RCEP lainnya meningkat 7,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 11,8 triliun yuan (1 yuan = Rp2.256), menyumbang 30,7 persen dari total nilai perdagangan luar negeri China.

“Pada 2022, Stasiun Pingxiang mencatatkan total 1.084 pasang kereta lintas perbatasan, meningkat 132 pasang dan naik 13,9 persen (yoy). Barang masuk (inbound) dan keluar (outbound) mencapai 788.000 ton, meningkat 41 persen (yoy). Dapat dikatakan bahwa RCEP memainkan peran yang sangat jelas sebagai pendorong,” kata Lao Zhengchang, China Railway Nanning Bureau Group Co., Ltd, dikutip dari Xinhua, Senin (2/1/2023).

Selama setahun terakhir, perjanjian tersebut telah menurunkan biaya perdagangan, memfasilitasi integrasi rantai industri, dan menguntungkan konsumen di kawasan tersebut.

Pada 2022, markisa dan durian Vietnam diizinkan memasuki pasar China. Perusahaan-perusahaan di China dan Vietnam menangkap peluang-peluang baru untuk kerja sama dengan sangat antusias.

Sebuah perusahaan di Vietnam, yang bergerak utamanya di bidang penanaman dan pengolahan durian serta buah-buahan lainnya, telah memperluas produksi mereka, menandatangani kontrak baru untuk 3.000 hektare kebun durian, dan membangun pabrik baru.

“Jika kami hanya mengolah durian, satu lini produksi bisa memproses 24 ton durian sehari. Kami sudah pindah ke pabrik baru, jadi kami pasti bisa memenuhi kebutuhan,” kata Bui Thi Hai, Kepala sebuah perusahaan yang berbasis di Vietnam.

“RCEP sebenarnya merupakan contoh yang sangat baik dan sangat bagus dari kerja sama lintas perbatasan, yang pasti akan membawa kemakmuran bagi perekonomian regional,” kata Wichai Kinchong Choi, Senior vice president, Kasikornbank, Thailand.

“Mengingat skala kerja sama ekonomi dalam kerangka RCEP, saya kira merupakan ide yang baik bagi Indonesia untuk menjadi bagian dari kerja sama perdagangan ini, karena ada begitu banyak peluang untuk investasi dan perdagangan, yang dari hal itu Indonesia dapat memperoleh manfaat untuk meningkatkan pembangunan ekonominya serta menjadi bagian dari momentum besar kawasan ini, dalam hal pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi pada umumnya,” kata Aleksius Jemadu, pengamat hubungan internasional, Universitas Pelita Harapan, Indonesia. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asia TradeIndo PasifikRCEPRegional Comprehensive Economic Partnership
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.