• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

5 Perusahaan Taiwan Masuk Daftar ‘Jaringan 5G Bersih’ di Amerika Serikat

by Redaksi Asiatoday
September 9, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS akan Tutup Pusat Kebudayaan China di Seluruh Kampus

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Foto: Kedubes AS

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Lima perusahaan penyedia jasa telekomunikasi Taiwan, yaitu Chunghwa Telecom, FarEasTone, Taiwan Mobile, Taiwan Star Telecom, dan Asia Pacific Telecom, masuk ke dalam daftar “Jaringan 5G Bersih” (Clean 5G Networks) yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.
 
Daftar tersebut dikeluarkan oleh Kemenlu AS melalui Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang terdiri dari 25 orang pakar, untuk mengevaluasi dan menguji tingkat keterpercayaan (trustworthiness) penyedia jasa dan fasilitas telekomunikasi.
 
Mengutip keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA), Rabu (9/9/2020), upaya tersebut dilakukan untuk membantu berbagai negara dan perusahaan memastikan bahwa jasa internet, cloud, analisa data, layanan seluler, dan teknologi 5G yang mereka gunakan tidak memakai produk, perlengkapan, maupun fasilitas dari perusahaan “Tidak Terpercaya (Not Trustworthy)”, yang merupakan alat dari pemerintah otoriter seperti Partai Komunis China, untuk membuka celah bagi serangan dengan niat jahat.

Pembentukan “Jaringan 5G Bersih” ini turut didukung oleh banyak negara.

Pada bulan April yang lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengumumkan bahwa Kemenlu AS akan meminta seluruh arus internet 5G yang masuk dan keluar dari semua jajaran instansi Kemenlu, harus berasal dari satu jaringan yang bersih dan tidak terdapat elemen apapun dari perusahaan China seperti Huawei dan ZTE.        
 
Beberapa perusahaan yang berhasil masuk ke dalam “Jaringan 5G Bersih” seperti Orange (Prancis), Jio (India), Telstra (Australia), SK dan KT (Korea Selatan), NTT (Jepang), dan O2 (Inggris), semuanya menolak menggunakan produk Huawei.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Tiga perusahaan telekomunikasi terbesar di Kanada, yaitu Rogers, Bell, dan Telus, juga telah memutuskan untuk menggunakan layanan dari Nokia, dan Ericsson, dan Samsung, yang bukan perusahaan China. (ATN)

Tags: 5GAmerika SerikatTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.