• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

ADB Optimis Ekonomi Indonesia Pulih Kembali Tahun Depan

by Redaksi Asiatoday
June 18, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ADB Optimis Ekonomi Indonesia Pulih Kembali Tahun Depan

Kantor Asian Development Bank (ADB). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali ke level 5,3 persen pada 2021. Hal ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga, membaiknya iklim investasi dan pulihnya ekonomi global.

Namun tahun ini, perekonomian Indonesia akan mengalami kontraksi sebanyak satu persen imbas pandemi covid-19. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingkat lapangan pekerjaan dan kemiskinan.

“Dengan dampak berat terhadap lapangan kerja dan penghidupan, terutama bagi kelompok masyarakat yang paling rentan, tahun ini ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi,” kata Direktur ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

Sementara itu, Ekonom ADB untuk Indonesia Emma Allen mengungkapkan, program pemulihan ekonomi nasional melalui kebijakan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan membuka kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

“Program pemulihan ekonomi pemerintah bergerak dengan cepat dalam merespons krisis ini dengan memanfaatkan teknologi untuk penyampaian yang lebih efisien, yang juga merupakan kesempatan untuk mendorong inklusi keuangan dan memperkuat kaitan rantai nilai global,” jelasnya.

Dalam publikasi ekonomi tahunan Asia Development Outlook (ADO), ADB memperkirakan pertumbuhan bagi kawasan Asia dan Pasifik sebesar 0,1 persen di 2020.

Angka ini menurun dibandingkan dengan prakiraan 2,2 persen pada April, dan merupakan taraf pertumbuhan terendah bagi kawasan ini sejak 1961.

Kegiatan ekonomi di negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Filipina dan Thailand juga diperkirakan terdampak lebih berat dari Indonesia pada 2020 sebelum membaik lagi pada 2021.

Lebih lanjut, terbatasnya arus perdagangan dan menurunnya jumlah wisatawan telah memperburuk proyeksi perekonomian secara substantial. Pertumbuhan ekonomi regional pada 2021 diperkirakan akan naik menjadi 6,2 persen. (ATN)

Tags: ADBAsian Development BankPertumbuhan AsiaPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.