• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

AMTD Group Hong Kong Tertarik Investasi Keuangan di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
May 25, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AMTD Group Hong Kong Tertarik Investasi Keuangan di Indonesia

Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto dengan Chairman of the Board of Directors AMTD Group, Dr. Calvin Choi, di sela-sela kegiatan World Economic Forum (WEF 2022) di Davos, Swiss, Senin (23/5/2022). Dok Ekon

ASIATODAY.ID, DAVOS – Chairman of the Board of Directors AMTD Group, Dr. Calvin Choi menyambut tawaran untuk investasi di sektor keuangan di Indonesia.

Dr. Choi mengungkapkan hal itu saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, di sela-sela kegiatan World Economic Forum (WEF 2022) di Davos, Swiss, Senin (23/5/2022).

Dalam pertemuan tersebut Menko dan Dr. Choi mendiskusikan beberapa hal terkait dengan perkembangan inklusi keuangan dan peluang investasi pada sektor keuangan.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menko Airlangga mengajak AMTD Group sebagai salah satu institusi keuangan yang berpusat di Hong Kong, untuk berinvestasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dalam mendukung pemulihan ekonomi.

Dr. Choi merespons baik tawaran Pemerintah Indonesia dan melihat momentum pertemuan ini sebagai kesempatan bagi AMTD Group untuk melakukan studi lebih lanjut dalam rangka investasi di Indonesia, terutama dalam sektor keuangan dan sektor riil.

Airlangga memaparan, pandemi Covid-19 telah memicu masyarakat untuk beradaptasi dalam melaksanakan aktivitas, termasuk aktivitas ekonomi melalui pemanfaatan sejumlah layanan digital.

Pada tahun 2021, Indonesia memiliki nilai ekonomi digital tertinggi di ASEAN yakni menguasai 40% dari pangsa pasar dengan nilai mencapai USD 70 miliar.  Nilai tersebut diperkirakan akan terus tumbuh hingga mencapai USD 146 miliar pada tahun 2025.

“Khusus di sektor Financial Technology (fintech), aset fintech pada November 2021 telah mencapai Rp4,1 triliun dengan total 104 pihak yang terdaftar. Kondisi ini tidak terlepas dari tanggung jawab Pemerintah untuk mencapai target inklusi keuangan nasional sebesar 90% orang dewasa Indonesia memiliki akses ke layanan keuangan formal pada tahun 2024,” jelas Airlangga.

Melihat potensi digitalisasi ekonomi yang begitu besar, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan peluang besar yang bisa mendorong perekonomian nasional semakin kuat.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia sudah mempunyai 2 decacorn dan tiga Apple Academy di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Diharapkan pada lima tahun ke depan, akan tercipta 6 juta digital talents. Pemerintah juga sudah meluncurkan super tax deduction untuk sektor pendidikan serta kegiatan penelitian dan pengembangan.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menerangkan tentang bahwa sektor keuangan merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam proses perbaikan ekonomi Indonesia di masa pandemi.

Melalui kebijakan Program Ekonomi Nasional, Pemerintah telah memberikan dukungan kepada para pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19 dengan penjaminan kredit dan pemberian dana insentif.

Selain itu, Pemerintah juga membuka Program Kartu Prakerja yang merupakan penguatan pelatihan yang bersifat crash program yang diciptakan untuk menjaga keberlanjutan pendapatan di masa pemulihan sosial ekonomi serta peningkatan link and match dengan industri.

Program Kartu Prakerja digunakan untuk skilling, upskilling, dan reskilling. Program Kartu Prakerja ini masih terus dilanjutkan pada tahun 2022, dimana skema pelaksanaan yang bersifat semi bantuan sosial tetap dilakukan. Sampai dengan tahun 2022, Kartu Pra Kerja sudah digunakan oleh lebih dari 87 juta masyarakat Indonesia.

Turut hadir dalam pertemuan ini mendampingi Menko Airlangga yakni Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, dan Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Eko Cahyanto. (ATN)

Tags: AMTD GroupAsia FintechIndustri KeuanganKerjasama Indonesia-Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.