ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi kembali membuka 20 penerbangan internasionalnya setelah 7 bulan lamanya ditutup akibat pandemic Covid-19.
20 Penerbangan itu tujuan negara Timur Tengah, Asia dan Eropa yakni Amman, Dubai, Tunis, Kairo, Alexandria, Khartoum, Nairobi, Addis Ababa, Amsterdam, Frankfurt, Istanbul, London, Madrid, Paris, Washington, DC, Islamabad, Jakarta, Karachi, Kuala Lumpur dan Manila.
Kebijakan baru ini akan mengakhiri semua pembatasan pada transportasi udara, darat dan laut. Maskapai ini biasanya terbang ke lebih dari 85 tujuan di seluruh dunia.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Paspor (PDB) meminta warga Saudi dan ekspatriat yang bepergian dari Kerajaan untuk mematuhi persyaratan kesehatan tujuan mereka dan berkomitmen pada arahan dan peraturan.
Beberapa tujuan membutuhkan sejumlah prosedur dan spesifikasi untuk mengekang penyebaran COVID-19 dengan cara memastikan bahwa penerbangan penumpang tidak dibatalkan dan tidak dikembalikan ke negara mereka pada saat kedatangan.
Menurut direktorat, persyaratan dan prosedur tersebut terus diperbarui dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Paspor diperlukan untuk bepergian ke negara-negara Dewan Kerjasama Teluk dan tidak dapat diganti dengan kartu identitas nasional. Sebelum bepergian, warga negara harus memastikan paspor mereka berlaku tidak kurang dari tiga bulan ke negara-negara Arab, dan tidak kurang dari enam bulan ke negara lain.
Untuk mempelajari tentang peraturan dan instruksi dokumen perjalanan, mereka dapat mengunjungi situs web resmi GDP. (ATN)
Discussion about this post