• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS: Kami Satu Barisan dengan Negara yang Lautnya Diklaim China

by Redaksi Asiatoday
July 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia, India dan ASEAN Dalam Ancaman Komunis China

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Richard Pompeo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menegaskan akan mendukung negara-negara yang meyakini China telah melanggar klaim teritorial mereka di Laut China Selatan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan hal itu pada Rabu (15/7/2020).

Pompeo menekankan dukungan ini akan dilakukan dalam forum multilateral dan hukum.

RelatedPosts

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

“Kami akan menggunakan alat-alat diplomasi yang dimiliki dan akan mendukung negara-negara di seluruh dunia yang mengakui bahwa China telah melanggar klaim teritorial hukum mereka atau klaim maritim juga,” kata Pompeo kepada wartawan, melansir AFP, Kamis (16/7/2020).

“Amerika Serikat akan memberi mereka bantuan yang kami bisa, apakah itu di badan multilateral, apakah itu di ASEAN, apakah itu melalui tanggapan hukum. Kami akan menggunakan semua alat yang kami bisa,” ucapnya, merujuk pada 10 negara anggota ASEAN.

Pada Senin, Pompeo mengatakan Amerika Serikat akan memperlakukan upaya klaim sumber daya Beijing di Laut China Selatan sebagai tindakan ilegal.

Itu adalah pernyataan kuat terakhir oleh pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menantang China.

Menjelang Pilpres AS November 2020 mendatang, China semakin dijadikan musuh besar oleh Negeri Paman Sam.

Sehari kemudian, AS memperingatkan kemungkinan sanksi terhadap pejabat dan perusahaan China yang terlibat dalam paksaan di Laut China Selatan.

China sendiri mengatakan tidak takut akan sanksi apa pun yang mungkin diterapkan oleh Amerika Serikat atas situasi di Laut Cina Selatan.

Beijing juga menuduh Washington mengobarkan masalah dan membuat wilayah itu tidak stabil.

China mengklaim 90 persen dari laut yang berpotensi kaya energi, tetapi Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim bagian dari itu. Beijing telah membangun pangkalan-pangkalan di atol di wilayah tersebut tetapi mengatakan niatnya damai. (ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.