• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bangkrut, Maskapai Virgin Australia Dijual Rp36,8 Triliun ke Perusahaan AS

by Redaksi Asiatoday
September 6, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bangkrut, Maskapai Virgin Australia Dijual Rp36,8 Triliun ke Perusahaan AS

Maskapai Virgin Australia. Dok

ASIATODAY.ID, BRISBANE – Maskapai Virgin Australia terpaksa ke perusahaan Bain Capital yang berbasis di Boston, Amerika Serikat (AS) sebelum bangkrut. Penjualan dilakukan setelah maskapai melakukan PHK pada 3.000 karyawan dan menghapus sejumlah rute penerbangan.

Melansir Associated Press, Minggu (6/9/2020), Virgin Australia mengatakan kesepakatan dengan Bain, senilai USD2,5 miliar atau sekitar Rp 36,8 triliun akan membuat kreditor tanpa jaminan dibayar antara 9-13 sen dolar untuk klaim mereka.

Kreditor Virgin Australia sendiri memiliki total utang sekitar AUD 7 miliar atau sekitar Rp75 triliun.

RelatedPosts

Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Karena sedang terjadi pandemi Covid-19, rapat bersama kreditor itu digelar secara online. Namun sebelumnya administrator telah menandatangani perjanjian mengikat dengan Bain Capital.

Direktur Eksekutif Virgin Australia Group, Paul Scurrah mengatakan penjualan ini dilakukan lebih awal untuk menghindari kebangkrutan dan mereka dapat fokus untuk mengambil langkah untuk masa depan, termasuk melanjutkan kompetisi dengan Qantas Airways.

Keputusan untuk menjual maskapai akhirnya diambil setelah pemerintah Australia menolak memberikan pinjaman sebesar AUD 1,4 miliar atau sekitar Rp15 triliun.

“Ini penting untuk Australia memiliki dua maskapai penerbangan besar untuk pilihan konsumen, harga tiket pesawat, dan untuk membantu mendukung pemulihan sektor pariwisata Australia yang kuat setelah krisis ini berakhir,” kata Scurrah dalam sebuah pernyataan.

Selain itu langkah ini juga dianggap dapat memberikan kepastian kepada karyawan dan memberikan peluang bagi pemodal untuk melanjutkan bisnis.

Sementara itu, sebelumnya Scurrah mengatakan maskapainya akan mengurangi tenaga kerja menjadi 6.000 orang dan menghentikan rute jarak jauh dari Australia ke Los Angeles dan Tokyo.

Maskapai yang berbasis di Brisbane itu juga berencana melepas pesawat Boeing 777 dan Airbus A330. Mereka akan menggunakan Boeing 737 dan beberapa pesawat kecil untuk penerbangan regional dan charter. Selain itu, anak perusahaannya yaitu maskapai Tiger Air akan berhenti dioperasikan.

Sebagai referensi, pemegang saham terbesar Virgin Australia adalah Singapore Airlines dan Etihad Airways, bersama dengan konglomerat dari China Nanshan Group dan HNA Group. Kemudian Branson juga memegang 10 persen saham Virgin Australia. (ATN)

Tags: Bain CapitalIndustri PenerbanganMaskapai PenerbanganVirgin Australia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.