• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China dan Iran Sepakat Perluas Kerjasama Militer

by Redaksi Asiatoday
April 29, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China dan Iran Sepakat Perluas Kerjasama Militer

Negeri China dan Iran. Dok

ASIATODAY.ID, TEHERAN – China dan Iran sepakat untuk memperluas kerjasama militer mereka, menyusul kunjungan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe ke Teheran, Rabu (27/4/2022).

Fenghe mengadakan pembicaraan dengan para pejabat senior Iran, termasuk Presiden Ebrahim Raisi.

Dilansir dari Middle East Monitor, kesepakatan tersebut diumumkan oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan China, kami sepakat untuk memperluas kerja sama bilateral dalam latihan militer bersama, pertukaran strategi, masalah pelatihan dan bidang umum lainnya antara Angkatan Bersenjata kedua negara sehingga kami dapat memberikan keamanan yang lebih baik untuk wilayah kedua negara,” jelasnya.

Sementara Fenghe mengatakan, tujuan dari kunjungan itu adalah untuk meningkatkan kerja sama pertahanan strategis antara Beijing dan Teheran.

“Meningkatkan hubungan akan memberikan keamanan, terutama dalam situasi kritis dan tegang saat ini,” kata Fenghe.

Menurut Raisi, menghadapi unilateralisme dan menciptakan stabilitas dan ketertiban dimungkinkan melalui kerjasama kekuatan independen dan berpikiran sama.

Menteri China juga bertemu dengan mitranya dari Iran, Jenderal Mohammad Reza Ashtinai, yang mengkritik kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di kawasan itu dan di tempat lain.

“Di mana pun AS memiliki kehadiran militer, itu telah menciptakan gelombang ketidakamanan, ketidakstabilan, keretakan, pesimisme, perang, kehancuran, dan pemindahan,” katanya.

China dan Iran telah meningkatkan hubungan militer mereka dalam beberapa tahun terakhir, di tengah ketegangan dengan AS.

Pada bulan Januari, kedua negara bersama dengan Rusia mengadakan latihan angkatan laut bersama di Samudra Hindia, yang ketiga sejak 2019.

Tahun lalu China dan Iran menandatangani perjanjian kerjasama 25 tahun yang bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik.

China juga merupakan penandatangan kesepakatan nuklir 2015, yang saat ini menghadapi negosiasi macet yang dimaksudkan untuk menghidupkannya kembali setelah AS secara sepihak menarik diri pada 2018. (ATN)

Tags: ChinaIran
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.