• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

China Masih Jadi Tujuan Ekspor Terbesar Indonesia pada Oktober 2020

by Redaksi Asiatoday
November 17, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Buka Negosiasi Perpanjangan Fasilitas GSP ke AS

Aktivitas ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor  Indonesia pada Oktober 2020 mencapai USD14,39 miliar. Angka ini meningkat 3,09 persen jika dibandingkan posisi bulan sebelumnya, yakni September yang sebesar USD14,01 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Setianto mengatakan, dari total ekspor Oktober 2020, China masih menjadi negara utama tujuan ekspor Indonesia. Tercatat pada periode itu total ekspor Indonesia ke China mencapai USD234,7 juta atau setara dengan 8,94 persen.

“China alami peningaktan USD234,7 juta,” jelasnya dalam video conference, di Kantornya, Jakarta, Senin (16/11/2020).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Tujuan ekspor terbesar kedua diikuti oleh Malayasia yakni sebesar USD65,8 juta atau setara dengan 11,37 persen. Selanjutnya Italia, Jermam, Belanda yang masing-masing tercatat sebesar USD24,9 juta, USD20,0 juta, dan USD14,2 juta.

Sedangkan negara yang mengalami penurunan total ekspor adalah Singapura yakni mencapai USD60,1 juta atau 8,78 persen disusul Amerika Serikat yang hanya tercatat sebesar USD 49,6 juta atau 2,94 persen.

Adapun secara kumulatif pada periode Januari sampai Oktober 2020 China masih merupakan negara tujuan  ekspor terbesar Indonesia dengan nilai USD23,2 miliar atau mencapai 18,64 persen. Kemudian diikuti Amerika Serikat dan Jepang yang masing-masing sebesar USD15,1 miliar dan USD 10,4 miliar.

“Komoditas utama yang diekspor ke China pada periode tersebut adalah besi/baja, batubara, dan minyak kelapa sawit,” tandasnya.

Neraca Perdagangan Surplus

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2020 surplus sebesar USD3,61 miliar. Surplus tersebut terjadi akibat nilai ekspor tercatat lebih tinggi sebesar USD14,39 miliar sedangkan posisi nilai impor sebesar USD10,78 miliar.

“Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD3,61 miliar di Okober 2020. Ini peningkatannya cukup besar karena terjadi penuruan dalam impor kita di Oktober,” terang Setianto.

Dia mengatakan, surplus ini jauh lebih besar dibandingkan surplus bulan September 2020 sebesar USD2,39 miliar. Juga jauh lebih besar dibandingkan dengan posisi bulan Oktober 2019 yang hanya surplus sebesar USD122 juta.

Jika dirinci surplus neraca perdagangan Indonesia menurut negara, pada posisi Oktober 2020 Amerika Serikat (AS) menjadi terbesar yakni surplus mencapai USD1,02 miliar. Dimana ekspor Indonesia ke AS mencapai USD1,6 miliar dan impor USD609 juta.

Kemudian surplus lainnya juga terjadi dengan Filipina sebesar USD570 juta dan India sebesar USD546 juta.

Sebaliknya ada beberapa negara yang masih mengalami defisit pada Oktober 2020. Dimana dengan Australia defisit sebsar USD178 juta, kemudian Ukraina defisit USD158,1 juta.

“Meskipun Ukraina tidak begitu besar namun menyumbang defisit sebesar minus USD158 juta,” imbuhnya.

Selanjutnya defisit neraca perdagangan Indonesia juga terjadi kepada Hongkong sebesar USD93,2 juta.

Adapun secara keseluruhan BPS mencatat untuk neraca perdagangan dari Januari sampai Oktober 2020 mengalami surplus USD17,07 miliar. Surplus ini jauh lebih bagus dibandingkan posisi pada bulan Januari sampai Oktober 2019 yang pada waktu itu mengalami defisit minus USD2,12 miliar. (ATN)

Tags: Asia BusinessAsia TradeEkspor IndonesiaKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.