• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Proyeksi Indonesia Jadi Manufacturing Hub Vaksin di ASEAN

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bio Farma Siap Produksi 100 Juta Vaksin Covid-19 di Akhir 2020

Presiden Jokowi saat memantau langsung kesiapan fasilitas Bio Farma untuk memproduksi vaksin Covid-19. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China memproyeksikan Indonesia akan menjadi manufacturing hub vaksin untuk kawasan Asia Tenggara.

Menurut Menteri Luar Negeri RRC Wang Yi, tiga perusahaan produsen vaksin Covid-19 dari China yakni Sinovac, Sinopharm, dan Cansino antusias untuk bekerja sama dengan perusahaan dan lembaga peneliti medis di Indonesia.

Wang Yi yang merupakan Anggota Dewan Negara Republik rakyat China juga telah mengusulkan dan memberikan lampu hijau agar perusahaan China berkolaborasi dengan perusahaan Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai manufacturing hub untuk vaksin di Asia Tenggara.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“China bersedia bekerja sama dengan Indonesia dalam penelitian, produksi, dan distribusi vaksin, serta mendukung pertukaran antar lembaga penelitian medis terkait untuk membantu memastikan akses ke vaksin yang terjangkau di seluruh kawasan dan di seluruh dunia,” kata Wang Yi sebagaimana keterangan tertulis Kemenko Maritim dan Investasi, Senin (12/10/2020).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam kolaborasi dan kerja sama tersebut diharapkan banyak rumah sakit dan tenaga kesehatan yang melakukan studi banding.

“Saya ingin lebih banyak kerja sama antar rumah sakit, pertukaran dokter dan tenaga kesehatan, kolaborasi riset dan teknologi antara kedua negara,” kata Luhut.

Sementara Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga menambahkan, pihaknya mengajak Cansino, Sinopharm, dan Sinovac untuk melakukan kerja sama transfer teknologi dengan Bio Farma dan kerjasama riset termasuk uji klinis dengan lembaga penelitian medis yang ada di Indonesia.

Bio Farma merupakan salah satu dari sekitar 29 produsen vaksin atau 22 negara di dunia yang telah memperoleh Prakualifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (PQ WHO) sehingga dipercaya dapat memenuhi kebutuhan vaksin di lebih dari 150 negara. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia-ChinaVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.