• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, July 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Rintis Proyek Riset Menghidupkan Mayat

by Redaksi Asiatoday
October 1, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Rintis Proyek Riset Menghidupkan Mayat

Aktivitas di laboratorium The Shandong Yinfeng Life Science Research. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China terus berupaya menunjukkan kehebatannya diberbagai dimensi termasuk sains.

Sebuah laboratorium di China dilaporkan sedang merintis proyek pembekuan tubuh manusia yang nantinya akan digunakan untuk membangkitkan kembali orang yang telah meninggal dunia.

The Shandong Yinfeng Life Science Research adalah penelitian yang pertama dalam bidang ini, dan tercatat sebagai satu-satunya pusat penelitian krionik di China. 

RelatedPosts

Bangladesh President Resigns Amid Political Transition

Indonesia, Türkiye Launch New Labor Partnership Through 2026–2027 Action Plan

ASEAN Palm Oil Giants Build Sustainability Alliance

Mereka menawarkan layanan seperti penangguhan cryonic yang memungkinkan tubuh manusia untuk diawetkan pada suhu dingin yang membekukan, merevolusi transplantasi organ dengan bantuan cryonics.

Aaron Drake, Direktur pusat respon klinis Yinfeng menjelaskan bagaimana jantung manusia hanya memiliki waktu enam jam sebelum mulai mati, setelah kematian pemiliknya. Tetapi dengan cryonics, waktu ini dapat diperpanjang.

“Pertimbangkan jika Anda dapat memperpanjangnya dari enam jam menjadi enam hari selama organ disimpan dalam lingkungan yang sangat dingin dan terus disiram darah yang mengalir melaluinya, maka Anda akan memiliki seluruh waktu hidup lebih panjang,” jelasnya dikutip dari Indiatimes, Kamis (1/10/2020).

Mereka bekerja sama dengan Universitas Sains dan Teknologi China di provinsi Anhui untuk meneliti tentang pengawetan sel pankreas, serta Rumah Sakit Qilu Universitas Shandong terkait pengawetan sel ovarium.

Menurut Drake, setiap organ memiliki suhu dan kondisi berbeda yang paling cocok untuk mereka. Perbedaan ini juga terdapat pada teknik pengawetannya secara krionik.

Drake menyoroti cara lain teknologi krionik mereka benar-benar dapat membekukan waktu untuk menawarkan pasien perawatan yang diperlukan meskipun ada kendala waktu.

Dia mencontohkan, orang yang mengalami serangan jantung atau stroke dapat didinginkan tubuh mereka di lingkungan hipotermia untuk mencegah kerusakan jaringan. Bahkan tentara yang mengalami amputasi anggota tubuh dapat dibekukan dalam lingkungan hipotermia untuk dibawa ke fasilitas medis khusus untuk dipasang kembali dan tidak kehilangan anggota tubuh mereka selamanya.

Tidak diragukan lagi bahwa membekukan organ penting dan jaringan manusia untuk diawetkan lebih lama, memberikan orang kesempatan untuk bertahan hidup. (ATN)

Tags: ChinaThe Shandong Yinfeng Life Science Research
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Cocoa Rise Reshapes Asia’s Chocolate Supply Chain
  • Bangladesh President Resigns Amid Political Transition
  • Danantara Builds US$10.4 Billion Investment Powerhouse
  • Asia-Pacific Nations Unite to Shape the Future of Responsible AI
  • Baubau’s Korean Village: Where Hangeul Preserves an Indigenous Language
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.