ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Belitung akan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan side events dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada September 2022 nanti.
Saat ini, daerah itu sedang berbenah dan bersiap untuk menyambut para delegasi G20, termasuk menyiapkan destinasi wisata yang akan dikunjungi, salah satunya, kawasan Geosite Open Pit Nam Salu.
Kawasan ini merupakan salah satu warisan geologi yang menjadi jejak tambang timah terbuka yang terdalam dan terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) yang berada di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur. Geosite ini memiliki kedalaman sekitar 100 meter.
Kawasan ini merupakan destinasi wisata berbasis heritage dan telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada sidang ke-211 Dewan Eksekutif UNESCO pada tahun 2021.
Formasi Bebatuan Kelapa Kampit ini diperkiarakan terbentuk sejak 300 juta tahun yang lalu, sebelum zaman Jurassic. Geosite ini merupakan satu-satunya geosite berbentuk kepulauan di Indonesia.
“Belitung Timur termasuk daerah tujuan para delegasi dalam ajang G20. Kami fokus memperkenalkan destinasi wisata sejarah tambang,” kata Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Belitung Tmur, Ikhwan Fahrozi, Minggu (12/6/2022).
Berdasarkan jadwal, pertemuan para pemimpin berbagai negara G20 akan berlangsung selama tiga hari di Belitung Timur.
“Kalau jadwal yang kami terima hanya tiga hari agenda G20 di Belitung Timur, tetapi itu bisa saja berubah namun yang pasti kita juga terlibat sebagai tuan rumah dalam ajang internasional ini,” jelasnya.
Geosite Open Pit Nam Salu merupakan destinasi wisata sejarah tambang timah primer yang terletak di Desa Senyubok, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur. Ini juga merupakan tambang terbuka pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.
Selama operasi komersil penambangannya (1980-1993), pertambangan ini telah memproduksi sebanyak 500 ribu ton bijih timah dengan kadar 2% dan merupakan endapan bijih timah primer terbesar dalam satu cebakan yang pernah ditemukan.
Sejarah tambang timah dan singkapan geologi bekas aktivitas tambang pada situs ini menjadi sangat penting bagi dunia sehingga menjadikan destinasi ini sebagai salah satu geosite yang memiliki keunikan geologi dalam Geopark Belitong/ Belitong UNESCO Global Geopark. (ATN)
