• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Covid-19, ExxonMobil Pangkas 1.900 Pekerja

by Redaksi Asiatoday
October 30, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presdir ExxonMobil Terpilih Jadi Presiden Indonesia Petroleum Association

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan minyak yang berbasis di Amerika Serikat (AS), ExxonMobil, akan memangkas 1.900 pekerjanya di dalam dan di luar AS pada tahun ini.

Manajemen Exxon mengungkapkan, pemangkasan pekerja ini dilakukan melalui beberapa cara. Ada yang diputus langsung oleh perusahaan dan ada juga yang sukarela dari pekerja. Rencananya, pemangkasan pekerja paling banyak dilakukan dari kantor pusat mereka di Houston, Texas, AS.

Keputusan diambil sebagai dampak dari jatuhnya harga minyak mentah di pasar internasional sejak pandemi global Covid-19 merebak.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Exxon menyebut keputusan memangkas pekerja tersebut adalah kesepakatan manajemen dan juga sebagai bentuk efisiensi untuk memangkas beban biaya yang selama ini telah direncanakan, namun dipercepat karena tekanan dampak pandemi.

“Tindakan ini akan meningkatkan daya saing biaya jangka panjang perusahaan dan memastikan perusahaan mengelola melalui kondisi pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya,” demikian pernyataan resmi Exxon, dikutip dari CNN Business, Jumat (30/10/2020).

Rencana besarnya, Exxon ingin mengurangi lebih dari 14 ribu pekerja pada akhir 2022. Jumlah itu setara 15 persen dari total pekerja Exxon yang mencapai 88 ribu pekerja pada 2019.

Sebelumnya, perusahaan minyak itu juga sudah mengumumkan pemangkasan 1.600 pekerja di Eropa dan program pemberhentian sukarela di Australia. Exxon mengklaim kebijakan ini tidak akan menghapus pesangon yang menjadi hak pekerja.

“Perusahaan menyadari keputusan ini akan berdampak pada karyawan dan keluarga mereka, dan telah menerapkan program ini hanya setelah evaluasi komprehensif dan pertimbangan yang matang,” demikian pernyataan Exxon.

Sebagai informasi, pengumuman pemangkasan pekerja dari Exxon ini disampaikan ketika harga minyak kembali jatuh ke kisaran USD35 per barel atau menyentuh titik rendah dalam empat bulan terakhir. Jatuhnya harga minyak mentah disebut turut menghancurkan harga saham Exxon.

Valuasi Exxon pun turun ke kisaran USD136 miliar atau hanya sedikit lebih tinggi dari aplikasi webinar Zoom yang kini senilai USD140 miliar. Valuasi Zoom sendiri baru terdongkrak saat ini ketika pandemi corona.

Bahkan, Exxon kini sudah terhapus dari Indeks Dow Jones Industrial Average sejak Agustus 2020. Untuk diketahui, perusahaan yang bermarkas pusat di Texas, Amerika Serikat itu sempat melantai di bursa selama hampir satu abad.

Lebih lanjut, hitung-hitungan perusahaan memperkirakan Exxon telah kehilangan potensi nilai pasar sekitar USD310 miliar, setelah berhasil meraup USD446 miliar pada pertengahan 2014. Di sisi lain, perusahaan juga tertekan pada masa depan industri migas, di mana energi bersih mulai lebih diprioritaskan oleh masyarakat ketimbang fosil.

Sebelumnya, kebijakan PHK juga pernah diumumkan perusahaan minyak internasional lainnya, Chevron Corporation. Kabarnya, sesama produsen minyak AS itu akan melakukan PHK ke 600 pekerja atau setara seperempat pekerja mereka di Noble Energy, perusahaan minyak dan gas yang baru-baru ini diakuisisi senilai USD13 miliar. (ATN)

Tags: ExxonmobilIndustri Minyak dan Gas
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.