• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

FAO Ingatkan Jokowi, Pandemi Covid-19 Mengancam Sektor Pangan

by Redaksi Asiatoday
April 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemerintah Indonesia Kucurkan Rp405 Triliun Atasi Pandemi Covid-19

Presiden RI, Jokowi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan PBB untuk urusan Pangan dan Pertanian (FAO) mengingatkan seluruh negara di dunia untuk mewaspadai ancaman krisis pangan sebagai dampak pandemi coronavirus (Covid-19).

Warning FAO itu juga diterima oleh Presiden Jokowi.

Karena itu, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk memastikan setiap kepala daerah mampu menjaga ketersediaan bahan pokok.

RelatedPosts

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order

Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US

Jokowi mengungkapkan, setiap kepala daerah, harus segera mengkalkulasi kebutuhan pangan setiap daerah untuk beberapa waktu ke depan. Dengan demikian kelanggkan bahan pokok bisa dihindari dan tidak terjadi kenaikan harga secara berlebihan.

“Masa panen bulan ini harus ditangani dengan baik termasuk pada bulan Agustus dan September, betul-betul harus dilihat secara detail sehingga tidak mengganggu produksi rantai pasok maupun distribusi bahan makanan yang ada,” kata Presiden dalam rapat terbatas dengan Gugus Tugas Covid-19 melalui video conference, Senin (13/4/2020).

Dalam keterangan tertulis FAO, hingga akhir Maret 2020, dampak pandemi Covid-19 pada ketahanan pangan belum diketahui.

Namun, Covid-19 telah memiliki efek negatif yang signifikan terhadap orang-orang yang berada di sepanjang rantai pasokan makanan, mulai dari produsen ke pengolah, pemasar, pengangkut dan konsumen.

Berkaca pada krisis sebelumnya, terutama dari wabah penyakit virus Ebola di Afrika Barat pada tahun 2014, telah menunjukkan dampak signifikan dari pembatasan pergerakan dan upaya penahanan penyakit pada produksi dan akses makanan.

Dengan demikian menjadi sangat penting menjaga dan meningkatkan intervensi keamanan pangan kemanusiaan bagi populasi yang paling rentan terkena krisis. (ATN)

Tags: COVID-19FAOPresiden JokowiUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.