• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gawat, Indonesia Penyumbang Terbesar Konsumsi Alkohol di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
March 16, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gawat, Indonesia Penyumbang Terbesar Konsumsi Alkohol di Asia Tenggara

Minuman Beralkohol. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada 2016 menunjukkan bahwa konsumsi alkohol per kapita di Asia Tenggara meningkat 34 persen, lebih tinggi dibandingkan di Eropa yang menurun 12 persen.

Peningkatan konsumsi alkohol di Asia Tenggara dan Selatan dikontribusikan oleh India, Thailand, dan Indonesia. Pertumbuhan itu diprediksi akan melewati kontribusi konsumsi alkohol global oleh Eropa pada 2030.

Menurut Dr. dr. Kristiana Siste, Sp.KJ(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), prevalensi remaja usia 13-17 yang mengonsumsi alkohol di Indonesia adalah 4,4 persen berdasarkan survei pada 2016.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Jadi kita bayangkan jumlahnya ini cukup besar karena remaja kita di Indonesia populasinya besar,” kata Siste dalam diskusi daring FKUI, ditulis Senin (15/3/2021).

Siste memandang, salah satu pendorongnya adalah pengawasan yang rendah, dimana 20 persen remaja mengaku dapat membeli langsung  alkohol di toko tanpa kartu identitas.

“Ini yang menyebabkan mereka kemudian bisa mengakses alkohol dengan lebih mudah,” imbuhnya.

Lebih jauh Siste menerangkan tentang angka ketergantungan alkohol di Indonesia menurut riset kesehatan dasar (Riskesdas 2018).

Menurut data tersebut, 62,5 persen konsumsi alkohol di Indonesia tidak tercatat. 6,5 persen memiliki episode premium berat pada usia 15 tahun.

“Peminum berat ini artinya sudah masuk kriteria adiksi atau kecanduan, dan 0,8 persen termasuk dalam penyalahgunaan alkohol,” jelasnya.

Jika dilihat dari angka konsumsi alkohol berdasarkan usia, pada usia 10-14 sudah ada yang mengonsumsi alkohol sebanyak 0,3 persen.

Pada usia 15-19, peminum alkohol mencapai 3,7 persen, dan pada usia 20-24 jumlahnya kembali naik yaitu 6,4 persen.

Dari jumlah tersebut, jumlah laki-laki peminum alkohol lebih banyak ketimbang perempuan. Yakni, 6,1 persen laki-laki dan 0,4 persen perempuan.

Jenis alkohol yang dikonsumsi pun beragam, mulai dari beer, wine, spirits, dan lain-lain termasuk oplosan. Jenis alkohol yang paling banyak diminum adalah wine yakni 76 persen. (ATN)

Tags: Ekspor Minuman BeralkoholMinuman Keras
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.