• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Halodoc, Satu-satunya di Asia Tenggara Masuk Daftar Digital Health 150 Kategori VCD 2020

by Redaksi Asiatoday
August 27, 2020
in CORPORATION
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Halodoc, Satu-satunya di Asia Tenggara Masuk Daftar Digital Health 150 Kategori VCD 2020

Startup Halodoc. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – CB Insights menobatkan Halodoc sebagai salah satu startup yang masuk dalam daftar Digital Health 150, menampilkan 150 perusahaan kesehatan digital paling menjanjikan di seluruh dunia pada 13 Agustus lalu.

Ini merupakan kali kedua secara berturut-turut di mana Halodoc masuk dalam kategori Virtual Care Delivery (VCD) dalam ajang ini.

Pada Digital Health 150 tahun ini, tercatat perusahaan-perusahaan rintisan yang menghadirkan terobosan untuk layanan kesehatan tradisional di 12 kategori, mulai dari Virtual Care Delivery dan Clinical Trials, hingga Drug Discovery dan Specialty Care. Adapun perusahaan-perusahaan startup ini antara lain berasal dari Kanada, China, Israel, Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat.  

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

“Digital Health 150 tahun ini merupakan edisi dengan cakupan global paling luas yang kami adakan, melingkupi berbagai perusahaan swasta di bidang kesehatan terbaik dari 18 negara. Selain keberagaman lokasi, perusahaan-perusahaan ini juga melahirkan inovasi di seluruh value chain layanan kesehatan, mulai dari teknologi yang bermanfaat bagi perusahaan farmasi dan bioteknologi, hingga payers, rumah sakit, asuransi, dan banyak lainnya,” kata Anand Sanwal, CEO CB Insights melalui siaran pers, yang diterima Kamis (27/8/2020).

“Pemenang Digital Health 150 tahun lalu mendapat pengakuan dan berhasil mendapatkan total pendanaan hingga mencapai hampir USD 5 miliar. Kami tentu tak sabar ingin melihat pencapaian yang mungkin akan diraih oleh para pemenang di tahun ini,” jelasnya.

Halodoc menjadi satu-satunya perusahaan asal Asia Tenggara yang masuk dalam daftar Digital Health 150 untuk kategori Virtual Care Delivery di tahun 2020 setelah berhasil untuk pertama kalinya meraih pencapaian yang sama pada tahun 2019. Sebagai perusahaan teknologi yang memiliki misi untuk menyederhanakan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, Halodoc terus berupaya untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi Halodoc dapat kembali masuk ke daftar Digital Health 150 dari CB Insights. Pengakuan ini tentu menjadi motivasi bagi kami sebagai perusahaan rintisan karya anak bangsa untuk terus berinovasi dalam memberikan kenyamanan akses kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jonathan Sudharta, CEO dan Co-founder Halodoc.

“Melalui pencapaian ini, kami berharap dapat menjadi inspirasi bagi ekosistem perusahaan rintisan lokal dalam meningkatkan daya saing dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berada di level yang sama dengan perusahaan global,” imbuhnya.

Menggunakan metode penelitian berbasis data, tim riset CB Insights menyeleksi Digital Health 150 dari ratusan aplikasi yang masuk dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk aktivitas paten, kualitas investor, analisis sentimen pemberitaan media, skor Mosaic, potensi pasar, kolaborasi, lanskap kompetitif, kekuatan tim, dan inovasi teknologi yang ditawarkan. Skor Mosaic yang berlandaskan algoritma CB Insights mengukur keseluruhan kesehatan dan potensi pertumbuhan perusahaan untuk membantu memprediksi momentum mereka.

Selama empat tahun berdiri, perusahaan secara konsisten memberikan layanan telekonsultasi daring, pembelian dan pengantaran obat ke rumah, hingga pembuatan janji untuk rumah sakit dan layanan tes kesehatan. Menyadari kebutuhan masyarakat urban, Halodoc juga memberikan kemudahan untuk mendaftarkan polis asuransi dari mitra yang telah bekerja sama sehingga konsumen asuransi kini dapat memanfaatkan layanan dari platform dengan lebih praktis.

Di masa pandemi, Halodoc berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait mitigasi percepatan penanggulangan COVID-19 melalui pemberian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) secara benar dan tepat kepada masyarakat Indonesia.

Secara cepat, Halodoc berinisiatif meluncurkan chatbot berbasis AI untuk cek dini status risiko COVID-19 secara mandiri bagi para pengguna sejak kasus positif COVID-19 mulai teridentifikasi di Indonesia. Halodoc juga dipercaya oleh Kementerian Kesehatan sebagai aplikasi kesehatan digital, khususnya untuk fitur Buat Janji Rapid Test secara drive thru pertama di Indonesia. Secara total, Halodoc telah membantu memfasilitasi lebih dari 150.000 tes COVID-19 hingga Juni 2020.   

“Kami percaya bahwa kerja keras dan sinergi dengan berbagai pihak merupakan kunci sukses yang berkelanjutan. Menyederhanakan akses kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan misi besar yang tidak dapat kami wujudkan sendiri.

Dengan dukungan segenap pemangku kepentingan di negeri ini, organisasi keprofesian, serta korporasi yang telah menjadi mitra Halodoc hingga saat ini niscaya misi tersebut dapat terwujud demi Indonesia yang lebih baik. Untuk itu kami juga berterima kasih atas semua dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Halodoc hingga mendapat kepercayaan dan pengakuan oleh dunia,” tutup Jonathan. (AT Network)

Tags: CB InsightsHalodocStartup Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.