• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Hong Kong Manfaatkan Ruang Laut Bangun Energi Terbarukan

by Redaksi Asiatoday
April 12, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Krisis Politik Berkepanjangan, Para Ekspatriat Siap Tinggalkan Hong Kong

Kota Hong Kong. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hong Kong mulai melirik ruang laut sebagai basis pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memenuhi tuntutan energi bersih di tengah makin terbatasnya lahan di daratan.

CLP Holdings Ltd. Hong Kong, salah satu pengembang pembangkit listrik utama di kota itu, mengatakan sedang meninjau kembali teknologi angin lepas pantai. Perusahaan akan mengajukan proposal ladang angin lepas pantai kepada pemerintah daerah untuk rencana pengembangan lima tahun berikutnya mulai 2023.

Hong Kong, kota dengan harga tanah sangat tinggi, telah menetapkan tujuan untuk mencapai emisi nol pada 2050. Untuk mencapai itu, Hong Kong harus memangkas penggunaan bahan bakar fosil yang saat ini menyumbang 75 persen dari pembangkit listriknya, dengan nuklir dan energi terbarukan yang sebagian besar diimpor dari China.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

“Tanah merupakan sumber daya yang sangat berharga dan langka. Itu membuat Anda berpikir, bagaimana dengan air? Sekarang jauh lebih ekonomis untuk membangun pembangkit tenaga angin lepas pantai daripada 10 tahun lalu,” kata CEO Richard Lancaster, dilansir Bloomberg, Senin (12/4/2021).

Perusahaan CLP telah mengusulkan pada 2010 untuk membangun ladang angin lepas pantai di perairan tenggara Hong Kong, tetapi biayanya terlalu tinggi pada saat itu, kata Lancaster. Biaya proyek angin lepas pantai rata-rata sekitar USD134 per megawatt-jam tahun itu, dan turun menjadi sekitar USD89 tahun ini.

“Sekarang juga lebih mudah untuk mengembangkan proyek semacam itu di dekat Hong Kong,” ujarnya.

Ledakan pembangunan lepas pantai di Korea Selatan, Taiwan, dan China berarti ada lebih banyak kapal di wilayah tersebut yang berspesialisasi dalam membangun turbin yang menjulang tinggi.

“Kami terus mempertimbangkan kelayakan proyek dengan turbin baru yang lebih efektif pada kecepatan angin yang relatif sederhana yang terlihat di perairan Hong Kong,” kata CLP dalam sebuah pernyataan.

Tenaga surya akan menjadi bagian yang relatif lebih kecil dari bauran energi di Hong Kong, sementara nuklir, hidrogen, dan penyimpanan baterai semuanya akan berperan.

CLP tidak mengesampingkan melakukan investasi di China dan telah menjajaki proyek energi terbarukan di Vietnam. (ATN)

Tags: Asia EnergyEnergi Baru TerbarukanGreen EnergyHong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.