• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IFRC Soroti Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19 Secara Global

by Redaksi Asiatoday
February 5, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IFRC Soroti Ketimpangan Distribusi Vaksin Covid-19 Secara Global

IFRC berkomitmen untuk mendukung upaya edukasi Palang Merah Indonesia terkait COVID-19. Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyoroti adanya ketimpangan distribusi vaksin Covid-19 secara global yang tidak menyeluruh.

IFRC mengingatkan konsekwensi buruk yang akan terjadi, utamanya bagi negara-negara miskin.

Data IFRC menyebutkan bahwa mayoritas dosis vaksin COVID-19 hanya diberikan di negara berpenghasilan tinggi (high-income countries).

RelatedPosts

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Sekitar 70 persen dari dosis vaksin tersebut telah diterima sedikitnya di 50 negara berpenghasilan tinggi.

Sayangnya, hanya 0,1 persen dari dosis vaksin tersebut yang diterima 50 negara termiskin. Bagi IFRC, hal ini sangat mengkhawatirkan karena dapat memberi dampak yang mematikan.

“Tentu hal ini tidak adil karena akan memperburuk keadaan apalagi kita sedang berlomba untuk mengakhiri pandemi karena menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa memberi penanganan yang berbeda dalam pemberian vaksin di tempat yang lebih berisiko,” kata Jagan Chapagain, Sekretaris Jenderal IFRC, melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (5/2/2021).

“Distribusi vaksin COVID-19 yang adil dan menyeluruh terkait antar dan dalam negara tidak hanya merupakan kewajiban moril semata, tetapi satu-satunya jalan yang harus diambil demi menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat yang mendesak di masa kini. Tanpa distribusi yang merata, maka mereka yang telah mendapatkan vaksinasi tidak akan merasa aman,” tegas Chapagain.

IFRC memperingatkan jika mayoritas populasi dunia belum divaksinasi, maka penyebaran virus COVID-19 akan berlanjut dan bermutasi. Hal tersebut dapat menyebabkan munculnya strain virus yang kebal terhadap vaksin dan mampu menginfeksi populasi yang telah mendapatkan vaksinasi.

Untuk mendukung distribusi vaksinasi secara menyeluruh, IFRC mengumumkan rencana senilai 100 juta CHF (franc Swiss) untuk pemberian vaksinasi ke 500 juta orang agar mampu melawan COVID-19.

Rencana IFRC ini akan mendukung upaya vaksinasi di tingkat nasional dalam fase perencanaan dan implementasi serta meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin, memangkas informasi tidak benar terkait efikasi vaksin – sebuah intervensi yang penting dilakukan karena tingkat keraguan dunia terhadap penggunaan vaksin yang semakin meningkat.

Peran relawan anggota Palang Merah dan Bulan Sabit Merah akan membantu menjangkau komunitas serta individu yang menghadapi kesulitan ekonomi dan sosial atau berlokasi di tempat yang sulit dijangkau. Lalu, peran staf teknis di berbagai negara akan membantu proses distribusi vaksin langsung kepada kelompok berisiko dan rentan.

Sekitar 66 anggota Palang Merah dan Bulan Sabit Merah telah ikut serta dalam kampanye vaksin ini serta lainnya yang sedang berdiskusi dengan pemerintah akan menyusul.

“Keadilan tidak terjadi begitu saja. Sejarah dunia telah membuktikan hal tersebut kepada kita. Hal ini tentunya sama dengan distribusi vaksin. Perencanaan yang matang sejak awal sangatlah diperlukan,” jelasnya.

“Rencana kita akan membantu agar vaksin dapat menjangkau semua masyarakat, termasuk kelompok berisiko dan rentan,” tambah Jagan. (AT Network)

Tags: COVAXIFRCInternational Federation of Red Cross and Red Crescent SocietiesPalang Merah IndonesiaVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.