• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

India: Waspadai Munculnya Wabah Baru di China yang Lebih Ganas

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
India: Waspadai Munculnya Wabah Baru di China yang Lebih Ganas

Hewan Nyamuk. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, NEW DELHI – Sebuah badan penelitian di India memperingatkan akan kemungkinan munculnya wabah baru di China yang lebih ganas.

Badan penelitian biomedis India, Indian Council of Medical Research (ICMR), pada Selasa (29/9/2020) mengungkapkan keprihatinan tentang wabah virus lain di China, Virus Cat Que (CQV). Virus yang terdapat pada nyamuk dan babi itu memicu kekhawatiran akan dampaknya secara global.

Menurut penelitian itu, kehadiran CQV terdeteksi pada nyamuk Culex di China dan babi di Vietnam, memperlihatkan kerentanan negara-negara Asia akan virus tersebut.

RelatedPosts

Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities

Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Sebuah studi oleh ICMR yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Indian Journal of Medical Research mengungkapkan bahwa CQV dapat menyebabkan penyakit demam, meningitis, dan ensefalitis pediatrik pada manusia.

Para ilmuwan di National Institute of Virology, Pune di bawah ICMR, menemukan antibodi untuk virus itu di dua dari 883 sampel serum manusia yang diuji dari seluruh negeri. Hasil itu menunjukkan bahwa kedua orang ini pernah tertular virus.

“Semua sampel serum manusia (n = 1020) yang diskrining untuk mengetahui adanya CQV menggunakan RT-PCR waktu nyata ditemukan negatif. Positif antibodi Anti-CQV IgG tercatat dalam dua dari 883 sampel serum manusia yang diuji.

“Eksperimen kerentanan virus menunjukkan tiga spesies nyamuk, yaitu Aedes aegypti, Culex quinquefasciatus dan Cx. tritaeniorhynchus mendukung penggandaan CQV dengan jalur intratoraks serta membran buatan / makanan oral,” tulis abstrak penelitian tersebut sebagaimana dilansir dari Sputnik, Rabu (30/9/2020).

Menurut ICMR, nyamuk India rentan terhadap CQV, yang juga bisa menjadi masalah kesehatan masyarakat. (ATN)

Tags: ChinaChina-IndiaIndiaIndian Council of Medical Research
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities
  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • World Bank Backs Cambodia’s Green Industry Drive with $115 Million Energy Investment
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.