• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Desak DK PBB Bertindak Atas Perang Rusia-Ukraina

by Redaksi Asiatoday
February 25, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat Bahas Kudeta Militer di Myanmar

Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera bertindak atas perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Demikian pernyataan Pemerintah Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam pernyataannya, Indonesia mengutamakan penghormatan terhadap tujuan dan prinsip piagam PBB dan hukum internasional, termasuk penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan, penting untuk terus dijalankan.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

“Oleh karenanya, Serangan militer di Ukraina tidak dapat diterima. Serangan juga sangat membahayakan keselamatan rakyat dan mengancam perdamaian serta stabilitas kawasan dan dunia,” demikian pernyataan Kemenlu RI, yang dikutip pada Jumat (25/2/2022).

Indonesia meminta agar situasi ini dapat segera dihentikan dan semua pihak agar menghentikan permusuhan serta mengutamakan penyelesaian secara damai melalui diplomasi.

“Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah nyata guna mencegah memburuknya situasi,” imbuh pernyataan itu.

“Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, telah mempersiapkan rencana evakuasi WNI. Keselamatan WNI selalu menjadi prioritas pemerintah,” sebut pernyataan itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyoroti perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Jokowi meminta pertikaian itu segera dihentikan untuk kemaslahatan bersama.

“Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia, dan membahayakan dunia,” tegas Jokowi dilansir dari akun Twitter resmi @jokowi, Kamis, 24 Februari 2022.

Perang pecah setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan dimulainya operasi militer khusus di Ukraina pada hari ini.

Putin mengatakan operasi itu akan bertujuan untuk ‘demiliterisasi dan denazifikasi’ Ukraina. Hal ini mengacu pada pernyataan Kremlin bahwa militer Ukraina mengancam Rusia dan dijalankan oleh neo-Nazi.

Serangan Rusia telah menjatuhkan korban jiwa. Ukraina melaporkan 40 pasukannya tewas akibat serangan Rusia. (ATN)

Tags: DK PBBRusiaUkraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.