• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Jadi Pasar Narkoba Terbesar di Asia, Ancaman Lost Generation Kian Nyata

by Redaksi Asiatoday
June 26, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
BNN Indonesia Bertekad Wujudkan ‘ASEAN Drug Free’

Pemusnahan ganja. Dok BNN

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia kini telah menjadi basis pasar terbesar Narkoba di Asia. Fatalnya, peredaran narkoba di negeri itu justru menyasar kalangan generasi.

Situasi ini membawa Indonesia kini dalam ancaman Lost Generation. Fakta mencengangkan itu terungkap dalam forum diskusi Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 yang disiarkan di Universitas Gunadarma TV, Sabtu (26/6/2021).

Pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Aam Bustaman menyebutkan, sebanyak 27 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Menurut dia, kolaborasi perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri di seluruh Indonesia sangat mendesak dalam upaya mencegah peredaran narkoba di lingkungan kampus.

“Mengatasi peredaran narkoba tidak dapat dilakukan per institusi, tetapi harus kolektif. Karena itu, perguruan tinggi di Indonesia harus punya tekad bersama menciptakan kampus yang bersih dan bebas dari narkoba,” kata Aam Bustaman.

Aam merujuk data Badan Narkotika Nasional (BNN), penyalahgunaan narkoba di Indonesia mengalami peningkatan 0,03 persen pada 2019 dibandingkan 2017. Dengan kata lain, pada 2019, tercatat ada 3,6 juta pengguna narkoba, 63 persen di antaranya pengguna ganja.

Dari angka 3,6 juta pengguna narkoba, Aam mengungkapkan, 70 persen di antaranya adalah masyarakat dalam usia produktif, yakni 16-65 tahun.

“Bisa dibayangkan kalau ini menyentuh golongan produktif, lalu kita tidak mengatasi sejak dini pencegahan penyalahgunaan narkoba, maka akan mengganggu produktivitas negara ini. Tentu akan sangat berat bagi bangsa dan negara Indonesia,” ujar Aam Bastaman.

Yang paling menyedihkan lagi kata Aam, dari angka tersebut, sebanyak 27 persen pengguna narkoba dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Itu merupakan jumlah yang cukup besar. Ini menjadi gambaran bahwa peredaran narkoba di kalangan generasi sudah sangat parah. Maka sangat penting kampus seluruh Indonesia secara bersama-sama untuk membebaskan diri dari peredaran narkoba ini,” terang Aam Bastaman.

Lebih jauh Aam mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus tidak hanya menyentuh mahasiswa saja, tetapi unsur dosen dan guru besar pun sudah ada yang terpapar narkoba.

“Ini miris sekali. Kita melihat kondisi ini memprihatinkan, karena itu kita harus fokus bagaimana kampus bisa menjadi bersih. Karena itu perlu koordinasi dan komunikasi dengan perguruan tinggi dalam mengimplementasikan program BNN. Di antaranya membentuk satgas antinarkoba yang terdiri dari mahasiswa dan dosen di tiap perguruan tinggi,” papar Aam Bustaman.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Polisi Sulistyo Pudjo Hartono mengungkapkan, peredaran narkoba justru semakin meningkat di saat pandemi Covid-19.

“Memang betul, di awal pandemi terjadi peningkatan peredaran narkoba,” kata Sulistyo Pudjo Hartono di forum tersebut.

Menurut Sulistyo, ada dua jaringan narkoba yang memproduksi narkotika kemudian memasarkannya di Indonesia, yaitu Segitiga Emas (Golden Triangle) dan Bulan Sabit Emas (Golden Crescent). Baik Polri maupun BNN mendapatkan informasi bahwa kedua jaringan ini telah memasukkan narkotika ke Indonesia dalam jumlah yang besar.

“Artinya, mereka tetap memproduksi narkotika dan mendistribusikan ke negara kita. Makanya, banyak terjadi penangkapan dalam 6 bulan terakhir ini. Kita lihat, mobilitas orang pada 3 atau 4 bulan terakhir ini sudah kembali seperti semula,” papar Sulistyo.

Dari Januari hingga Juni 2021, lanjut Sulistyo, BNN sudah menangkap 1,9 ton sabu yang berasal dari Golden Triangle dan Golden Crescent.

“Ini jumlah yang besar. Bahkan dari informasi yang kita dapat pada 2019, Golden Triangle sendiri memproduksi sekitar 115 ton sabu. Itu jumlah yang sangat besar dan ada jumlah cukup besar yang masuk ke Indonesia. Begitu juga pada 2021 ini,” terang Sulistyo.

Keberadaan dua jaringan narkoba besar ini menjadi tantangan cukup berat bagi BNN untuk terus berupaya melakukan pemberantasan narkoba yang maksimal. Apalagi untuk melakukan hal itu, diperlukan kerja sama semua pihak, terutama negara-negara sahabat.

“Dalam memberantas narkoba, kita melakukan hubungan internasional dengan negara-negara sahabat. Kami juga meningkatkan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika,” jelas Sulistyo. (ATN)

Tags: Badan Narkotika NasionalNarkobaSindikat Narkoba Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.